ODGJ Bunuh Anak MTs

ODGJ Bunuh Anak MTs di Muratara, Korban Dikenal Warga Anak yang Baik

Namun, pasungnya dilepaskan lalu diobati ke rumah sakit jiwa di Kota Palembang hingga Bengkulu.

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Dedi Irwansyah, ODGJ bunuh anak MTs di Muratara sudah diamankan di kantor polisi, Jumat (17/6/2022). Pelaku pembunuhan ini ngamuk tiap lihat orang asing. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pino Saputra (14), pelajar yang dibunuh Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Dedi Irwansyah (38) di Desa Biaro, Kecamatan Karang Dapo, Muratara Sumatera Selatan dikenal sebagai anak baik.

Pelaku dahulunya pernah dipasung, ngamuk tiap lihat orang asing yang melintas.

Namun, pasungnya dilepaskan lalu diobati ke rumah sakit jiwa di Kota Palembang hingga Bengkulu.

Baca juga: ODGJ Bunuh Anak MTs di Muratara, Pelaku Sempat Dipasung Ngamuk Tiap Lihat Orang Asing

"Dia baik orangnya, pendiam, pendiam nian," ujar Adzkiya, rekan satu kelas korban di MTs Biaro Baru pada TribunSumsel.com, Jumat (17/6/2022).

Adzkiya mengaku tak berani tidur sendirian di kamarnya tadi malam pasca kejadian Pino tewas di tangan ODGJ.

Ia meminta didampingi oleh kedua orangtuanya untuk bisa memejamkan mata.

Baca juga: Bocah 5 Tahun di Bandung Dicabuli Paman, Korban Dicabuli Sebanyak 4 Kali dengan Iming-iming Es Krim

"Masih terbayang-bayang, jadi takut tidur sendirian, minta temani orangtua, baru bisa tidur," katanya.

Sementara itu, tokoh pemuda Desa Biaro, Zaida Abdi mengatakan, pelaku ODGJ bunuh anak MTs di Muratara ini juga pernah menikah dan punya anak.

"Dia itu dulu dipasung, kami membawanya ke Palembang, terus ke Bengkulu, berobat, kalau tidak salah tahun 2015," kata

Abdi mengatakan setelah pulang berobat dari rumah sakit jiwa, Dedi menjalani rawat jalan dengan diberikan obat secara rutin dari Dinas Kesehatan Muratara melalui Puskesmas Karang Dapo.

Baca juga: Breaking News: Istri Oknum Polisi Penyiksa ART Resmi Jadi Tersangka, Tak Ditahan karena Sedang Hamil

Sejak itu, Dedi tidak pernah mengamuk, namun sering emosi ketika melihat ada orang yang tidak dikenalinya atau orang asing masuk ke desanya.

Abdi mengaku tidak mengetahui secara pasti asal mula Dedi mengalami gangguan jiwa.

"Dulu ada orang dari BPN ke desa kami, mau ngukur tanah program Prona, emosi juga dia (Dedi), mungkin dia ada traumatis terhadap orang luar desa ini. Nah ini ada orang jual tikar keliling masuk desa, emosi lagi dia," kata Abdi.

Menurut dia, sehari-hari Dedi sama seperti warga lainnya, namun memang kondisinya terus dalam pantauan petugas kesehatan.

Baca juga: Wabah PMK di Bengkulu, Pemprov Belum Dapat Vaksin Impor Tunggu Produksi Vaksin PMK Dalam Negeri

Dedi tinggal bersama orangtuanya di sebuah rumah kayu di desa tersebut.

Dedi pernah beristri dan sudah dikaruniai seorang anak, namun bercerai sehingga anaknya ikut ibunya ke Jambi.

"Di rumah itu dia tinggal sama orangtuanya, ada keluarganya juga, sama istrinya sudah cerai, anaknya ikut istrinya ke Jambi," kata Abdi.

Kades Dinginkan Suasana

Kepala Desa Biaro, Yusuf Alfrian mengatakan pihaknya saat ini tengah mendinginkan suasana antara kedua belah keluarga.

Yusuf terus memberi nasihat kepada keluarga korban untuk bersabar menerima cobaan.

Ia juga meminta dari pihak keluarga tersangka untuk menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.

"Nanti kami akan berembuk bagaimana penyelesaian yang terbaiknya," kata dia.

Dilimpahkan ke Polres

Kapolsek Karang Dapo, AKP Forliamzons mengatakan penanganan kasus ODGJ membunuh anak MTs ini dilimpahkan mereka ke Polres Muratara.

"Kita limpahkan ke Polres, ditangani Satreskrim," katanya.

Forliamzons menyebut, tersangka ODGJ itu sudah dibawa ke Mapolres Muratara di Desa Karang Anyar sejak tadi malam.

Tersangka, kata Kapolsek, sering berbicara sendiri dan tidak nyambung saat diajak berbicara atau dimintai keterangan.

"Ngomongnya kadang nyambung kadang tidak, ya namanya juga orang begitu, rambutnya panjang sudah kita potong, semalam kita bawa ke Polres," ujarnya.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved