Penipuan Oknum PNS BPBD Provinsi Bengkulu, Janjikan Pekerjaan Proyek ke Kontraktor

Oknum PNS di BPBD Provinsi Bengkulu, RN, ditangkap Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu atas dugaan penipuan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Penipuan oknum PNS BPPD Provinsi dengan modus menjanjikan proyek. RN ditangkap dan diamankan di Mapolda Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Atas tudingan penipuan, Oknum PNS di BPBD Provinsi Bengkulu, RN, ditangkap Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu.

RN, oknum PNS BPBD Provinsi Bengkulu ini ditangkap dengan tuduhan penipuan atau penggelapan, yakni menjanjikan pengerjaan proyek kepada kontraktor.

Laporan penipuan dengan modus menjanjikan proyek oleh oknum PNS BPBD Provinsi Bengkulu dibenarkan Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno.

Kata Sudarno, RN menjanjikan korban, Nizarudin akan memenangkan proyek penanggulangan bencana alam jalan longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2020, yang nilainya Rp 2,5 miliar.

Kemudian, ada juga proyek lain, penanggulangan bencana alam pembangunan tembok penahan tanah di Kelindang Susup Ujan Mas, dengan nilai proyek Rp 1,8 miliar. 

"Korban kemudian memberikan uang muka sebesar Rp 45 juta," ujar Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Jumat (17/6/2022).

Namun, kemudian RN mengatakan proyek ini diundur pada tahun 2021.

Akan tetapi, di tahun 2021, saat lelang, korban kalah lelang.

Karena kalah, korban kemudian menjumpai RN, yang kemudian menjanjikan akan mencari celah pemenang lelang. Korban kemudian kembali menyetorkan Rp 30 juta.

Namun, pada Agustus 2021, saat korban meninjau lokasi, didapati pengerjaan proyek sudah dilakukan oleh pemenang lelang.

Korban kemudian kembali menemui RN, yang menjanjikan akan mengembalikan uang korban setelah proyeknya di Kepahiang dibayarkan.

Namun, ternyata tidak ada proyek di Kepahiang seperti yang dimaksud RN. Korban yang kemudian kembali ingin menemui RN, namun sudah tak bisa.

Akhirnya, korban melaporkan RN ke Polda Bengkulu. Selain Nizarudin, ada juga korban lain, Sujarno, yang mengalami kerugian Rp 61 juta.

"Atas laporan ini, RN kita amankan, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan," ujar Sudarno.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved