Polisi Selidiki Remaja Tewas di Lapas Anak Bengkulu, Kepala Kanwil Kemenkumham: Kita Kooperatif

Polres Bengkulu akan melakukan penyelidikan terkait adanya kasus gantung diri yang terjadi di Lapas Anak Bengkulu

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Polres Bengkulu akan melakukan penyelidikan terkait adanya kasus gantung diri yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II atau Lapas Anak Bengkulu .

Terkait penyelidikan tewasnya remaja di Lapas Anak Bengkulu itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu, Erfan mengatakan, pihaknya tentu tidak akan menghalangi atau menyembunyikan apapun menyoal permasalahan ini.

"Silah saja, pihak penyidik untuk melakukan penyelidikan karena memang itu kewenangan mereka dan kita akan kooperatif jika ada pihak-pihak yang akan dimintai keterangan," kata Erfan saat ditanya tentang anak didik Lapas Anak Bengkulu yang ditemukan meninggal tak wajar belum lama ini.

Lebih lanjut, dikatakan Erfan, usai melakukan visum terhadap korban pihak LPKA bersama keluarga telah mendapatkan informasi bahwa tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

"Saat ini pihak keluarga sudah menerima keadaan korban, dan tidak akan melanjutkan perkara ini ke ranah hukum," jelas Erfan usai mengikuti kegiatan senam bersama di Lapas Kelas IIA Bengkulu..

Pihak kepolisian juga mempertanyakan alasan pihak LPKA melepaskan tali gantungan secara mandiri tidak menunggu ahli untuk melakukan hal tersebut.

Baca juga: Pemuda Palembang Tewas Gantung Diri Secara Live Instagram dan Disaksikan Temannya

Baca juga: Anak Didik di Lapas Anak Bengkulu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Tahanan

"Petugas kita secara sepintas melihat korban ini masih memiliki tanda-tanda kehidupan, sehingga demi rasa kemanusiaan, petugas kita pun segera melakukan pertolongan pertama dengan cara melepas tali gantungan tersebut," ungkap Erfan.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, seorang anak didik yang menjalani hukuman di Lapas Anak Bengkulu meninggal tak wajar di kamar tahanannya, Sabtu (10/6/2022).

Usai dilakukan visum oleh pihak kepolisian, Polres Bengkulu akan melakukan penyelidikan terkait sebab kematian dari anak didik berinisial YY (18) tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau menjelaskan, dari hasil visum didapatkan informasi bahwa kematian korban terjadi antara 8 - 12 jam sebelum dilakukan visum dan simpul berbentuk V.

"Pada Sabtu lalu, kita tidak mendapatkan adanya laporan terkait kejadian gantung diri di LPKA Bengkulu. Kita hanya mendapat kabar ada warga yang gantung diri, itu pun saat korban sudah berada di RSHD Kota Bengkulu," ujarnya, Kamis (16/6/2022).

Saat kejadian, status quo telah dilanggar oleh pihak LPKA karena melepaskan tali gantungan tersebut secara mandiri tidak menunggu dari pihak identifikasi atau tim inafis.

"Secara prosedur, hanya orang yang ahli dan terverifikasi saja yang bisa menurunkan korban gantung diri, yaitu tim identifikasi dan tim inafis, bukan malah orang LPKA sendiri," ungkap Malau.

Lebih lanjut, dikatakan Malau, dari hasil visum juga terdapat rekomendasi dari dokter untuk melakukan otopsi terhadap jenazah, agar dapat diketahui penyebab meninggalnya korban.

"Kita akan sarankan keluarga untuk melakukan otopsi, agar kita bisa mendapatkan informasi penyebab sebenarnya dari meninggalnya YY ini," kata Malau.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved