Sidang Dana Bos Seluma

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Terdakwa FYA Akui Tindakannya Atas Permintaan Mertua

EH sendiri saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Seluma.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma di PN Bengkulu, Jumat (17/6/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terdakwa kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma, FYA, mengakui semua tindakannya dalam kasus ini adalah atas permintaan sang ayah mertua yakni EH.

EH sendiri saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Seluma.

Terdakwa FYA dalam sidang dugaan korupsi dana BOS Seluma
Terdakwa FYA dalam sidang dugaan korupsi dana BOS Seluma (Romi Juniandra/TribunBengkulu.com)

Dalam sidang lanjutan Jumat (17/6/2022) di PN Bengkulu yang dipimpin hakim ketua Diki Wahyudi Susanto, FYA mengatakan awalnya diminta ayah mertuanya untuk mencarikan laptop dengan spesifikasi tertentu, dengan harga Rp 13 juta termasuk pajak.

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Permintaan Terdakwa FYA Dikabulkan Untuk Berobat ke RSKJ

"Waktu itu, saya pergi ke rumah ayah. Ayah minta dicarikan laptop dengan harga Rp 13 juta termasuk pajak, dengan spesifikasi ini," kata FYA dalam persidangan.

FYA mengiyakan permintaan ayah mertuanya itu, dan pergi ke toko Biru Komputer di Kota Bengkulu.

Di toko ini, FYA menanyakan laptop yang dimaksud. Namun, laptop dengan spesifikasi tersebut tidak ada. Yang ada, laptop lain dengan harga Rp 8,5 juta.

"Lalu saya tanyakan lagi ke ayah. Konfirmasi lagi ke ayah. Adanya barang Rp 8,5 juta. Kata ayah, tidak apa-apa dengan barang itu, bisa tidak Rp 13 juta termasuk pajak," ujar dia.

Atas perintah ayah mertuanya ini, FYA kembali ke Biru Komputer. Akhirnya, didapat kesepakatan, laptop tersebut dibeli dengan harga Rp 13 juta, dan uang muka sebesar Rp 450 juta untuk 133 unit.

Uang muka ini berasal dari uang FYA pribadi. Sementara, sisa pembayaran dibayarkan sekolah-sekolah ke rekening Biru Komputer.

Kemudian, setelah laptop tersebut sampai, FYA mengambil laptop tersebut, dan diantarkan ke rumah terdakwa EH.

Sementara, kelebihan bayar oleh pihak sekolah, Rp 4,5 juta, dikirimkan kembali ke rekening FYA oleh Biru komputer, yang kemudian diserahkan ke terdakwa EH, yang berjumlah Rp 1 miliar lebih.

Baca juga: Breaking News: Istri Oknum Polisi Penyiksa ART Resmi Jadi Tersangka, Tak Ditahan karena Sedang Hamil

Sementara, JPU Kejati Bengkulu, Dewi Kemalasari mengatakan bahwa terdakwa FYA mengetahui adanya perbedaan harga laptop tersebut.

"Harganya Rp 8,5 juta, dibuat Rp 13 juta. Perintah mertua, tapi dia mengetahui bahwa dia itu salah," kata Dewi kepada TribunBengkulu.com.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved