Sidang Dana Bos Seluma

Sidang Lanjutan Korupsi Dana BOS Seluma, Kuasa Hukum: Sudah Akui Kesalahan Berharap Diringankan

Terdakwa dalam kasus ini ada dua orang, yakni mantan kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Seluma, EH, dan pihak ketiga yang juga menantu

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Kuasa hukum terdakwa dugaan korupsi dana BOS Seluma, Sopian Siregar berharap kliennya dapat diberikan keringanan atas kasus itu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang lanjutan dugaan kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kuasa hukum terdakwa berharap kliennya dapat diberikan keringanan atas kasus itu.

Hal itu diungkapkan Kuasa hukum terdakwa dugaan korupsi dana BOS Seluma Sopian Siregar, Selasa (21/6/2022).

Sopian mengatakan kliennya sudah mengakui bersalah dalam kasus ini.

Terdakwa dalam kasus ini ada dua orang, yakni mantan kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Seluma, EH, dan pihak ketiga yang juga menantunya, FYA.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Mantan Kadis Minta Maaf ke Sang Menantu

Menurut Sopian, dalam persidangan di PN Bengkulu pada hari ini, Selasa (21/6/2022), kliennya, EH, sudah mengakui kesalahan.

Kliennya EH, kata Sopian, juga sanggup membayar kerugian negara seperti hasil audit BPKP, sebesar Rp 582 juta.

"Tinggal harapannya, bagaimana supaya dia bisa mendapatkan hukuman seringan mungkin dan seadil mungkin," kata Sopian kepada TribunBengkulu.com.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Terdakwa FYA Akui Tindakannya Atas Permintaan Mertua

Namun, Sopian juga memberikan catatan, yaitu uang-uang kerugian negara tersebut, yang juga telah mengalir ke pihak-pihak tertentu.

"Kembali lagi ke penyidik dan penyelidik, baik dari Kejati Bengkulu ataupun Kejari Seluma, apakah orang-orang ini mau kita biarkan saja," ujarnya.

Sementara, kliennya, EH, sudah mengganti kerugian negara tersebut.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Saksi Ahli Tegaskan Kerugian Negara Rp 582 Juta

Sedangkan, kliennya yang lain, FYA tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari kasus ini.

"Ini menurut saya tidak adil. Seharusnya mereka yang berperan juga diproses hukum," kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim JPU Kejati Bengkulu Rozano Yudhistira mengatakan, meski terdakwa mengakui perbuatannya, JPU tetap fokus di dua item yang diduga di mark-up, yakni pengadaan laptop dan pengadaan alat cuci tangan.

"Terdakwa sudah merencanakannya dari awal, pemilihan tempat pembelian laptop dan alat cuci tangan," kata Yudhistira.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Saksi Ahli Tegaskan Kerugian Negara Rp 582 Juta

Poinnya, lanjut Yudhistira, sejak awal, sudah ada niat jahat dari terdakwa untuk mencari keuntungan dalam pengadaan laptop dan alat cuci tangan ini.

Dalam kasus ini sendiri, negara mengalami kerugian sebesar Rp 582 juta.

Secara total, terdapat 73 Sekolah Dasar (SD) dan 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seluma yang menerima anggaran DAK Afirmasi ini.

Setiap sekolah menerima Rp 60 juta dengan total anggaran keseluruhan Rp 6,1 miliar.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved