Jungkir Balik Harga Sawit

Berita Bengkulu: Harga TBS Sawit di Provinsi Bengkulu Termurah se-Indonesia

Gulat Medali Emas Manurung menyebut harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu merupakan yang termurah di Indonesia.

Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BERITA BENGKULU - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung menyebut harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu merupakan yang termurah di Indonesia.

Dari posko harga TBS sawit yang tersebar dari Aceh sampai Papua, di provinsi lain harga sawit terendah berkisar Rp 1.400 sampai Rp 1.600 perkilo ditingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Sedangkan  untuk di Provinsi Bengkulu masih ditemui harga TBS sawit Rp 750 perkilo ditingkat petani dan Rp 1.100 perkilo ditingkat PKS

"Harga yang ditetapkan di level petani, baik di pedagang pengepul maupun di level pabrik, inilah yang saya definisikan termurah se-Indonesia," ungkap Gulat.

Ada solusi sederhana yang ditawarkan oleh Apkasindo untuk mengatasi harga TBS sawit yang saat ini terjun bebas.

Pertama yakni mencabut kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang merupakan batas wajib pasok, yang mengharuskan produsen minyak sawit untuk memenuhi stok dalam negeri sesuai ketentuan.

Kedua mencabut kebijakan Flush Out (FO), yang merupakan program percepatan penyaluran ekspor. Pemerintah akan memberi kesempatan pada eksportir CPO yang tidak tergabung dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMRAH) dapat melakukan ekspor.

"Kalau itu dicabut, ekspor pasti lancar, karena orang berdagang itu pasti mau untung. Jika tidak ada untung karena sudah dipotong semua sama pajak, maka harga CPO sudah termakan oleh beban tadi, sehingga orang akan malas untuk melakukan perdagangan," kata Gulat.

Jika DPO dan FO sudah dicabut, maka harga sawit diprediksikan akan terdongkrak naik, bahkan bisa kembali menjadi Rp 3.400 perkilo.

Hal itu juga akan langsung disampaikan oleh Apkasindo kepada Presiden Jokowi dalam rapat gabungan bersama menteri terkait besok.

"Kita akan katakan, bahwa petani sawit di Bengkulu menangis akibat anjloknya harga sawit," ungkap Gulat.

Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah menyebutkan juga akan berkoordinasi dengan Gubernur untuk menyurati presiden terkait kebijakan DMO dan FO agar segera dicabut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved