Aborsi Sepasang Kekasih di Bengkulu

FAKTA Baru Aborsi Sepasang Kekasih di Bengkulu: Dua Kali Gagal, Bayi Lahir Prematur di Toilet

Fakta baru dalam kasus aborsi sepasang kekasih di Bengkulu. Terungkap sepasang kekasih ini sudah berupaya dua kali melakukan aborsi.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Fakta baru dalam kasus aborsi sepasang kekasih di Bengkulu.

Terungkap sepasang kekasih ini sudah berupaya dua kali melakukan aborsi atau upaya menggugurkan janin yang sudah berusia 7 bulan dalam kandungan sang pacar inisial WW.

Berita Bengkulu: BREAKING NEWS: Sepasang Kekasih di Bengkulu Ditangkap karena Aborsi

Berita Bengkulu: Respon Gubernur Rohidin soal Tragedi Aborsi di Kepahiang

Terakhir upaya aborsi sepasang kekasih ini dilakukan di salah satu losmen yang ada di Kota Bengkulu, Sabtu (25/6/2022).

"Kita masih mendalami kasus ini. Pengakuan dari TY, mereka telah sempat mencoba melakukan aborsi sebelumnya namun gagal, dan dicoba kembali pada Sabtu (25/6/2022)," ungkap Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau.

Saat ini, TY (18) seorang pemuda dari Bengkulu Selatan ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sedangkan WW, remaja putri yang menggugurkan kandungannya ini masih dirawat intensif di RS Rafflesia Kota Bengkulu karena mengalami pendarahan usai melahirkan.

"Untuk TY, kita sangkakan pasal 36 tahun 2009 terkait Undang-Undang Kesehatan dan pasal 35 KUHP tentang percobaan pembunuhan dengan ancaman 10 tahun penjara," ujar Malau.

Bayi Lahir di Toilet

Sepasang kekasih terduga pelaku aborsi berinisial TY (18) yang merupakan pemuda asal Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan dan seorang mahasiswi berinisial WW (18) asal Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.

Keduanya diamankan Polres Bengkulu pada Minggu (26/6/2022) sore di rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu.

Kejadian ini bermula, pada Sabtu (25/6/2022) sekira pukul 16.00 WIB. Keduanya melakukan aborsi di salah satu losmen yang ada di Kota Bengkulu.

Kandungan terduga pelaku WW itu pun sudah berusia tujuh bulan, bermodalkan obat-obatan penggugur kandungan.

Sekira pukul 21.00 WIB, WW dibantu TY pun meminun 3 butir obat dengan cara satu butir diminum langsung dan dua butir diletakkan di bawah lidah.

Setelah menginap di losmen tersebut, keduanya pun pulang ke kos-kosan WW yang berada di Kelurahan Talang Kering Kecamatan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu.

Namun, akibat meminum obat penggugur tersebut, WW merasakan kontraksi dan pendarahan dan segera dibawa ke RS Rafflesia Kota Bengkulu untuk mendapatkan pengobatan.

"Dari keterangan dokter, WW pergi ke toilet dengan alasan ingin buang air kecil, setelah cukup lama di dalam toilet, WW mengaku kepada dokter bahwa dirinya telah melahirkan seorang anak di dalam toilet tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, Senin (27/6/2022).

Dokter yang mendapatkan kabar tersebut pun, segera menuju toilet dan menyelamatkan bayi tersebut. Beruntung bayi prematur itu masih bisa diselamatkan.

Saat ini kedua terduga pelaku diamankan pihak kepolisian untuk diminta keterangan, dan mengamankan barang bukti berupa 7 butir obat-obatan yang diduga merupakan obat penggugur kandungan di kos-kosan milik WW.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved