Nikita Mirzani

Nikita Mirzani Bongkar Kejanggalan dari Oknum Polisi Serang Kota Saat Diperiksa Propam Mabes Polri

Nikita Mirzani bongkar kejanggalan oknum polisi Serang Kota penjemputan dirinya sebagai tersangka dirumahnya beberapa waktu lalu.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Nikita Mirzani Usai Diperiksa di Propam. Artis Nikita Mirzani resmi melaporkan oknum kepolisian dari Polres Serang Kota yang mendatanginya beberapa waktu lalu di Transnation Crime Cineter (TNCC) Mabes Polri, Senin (27/6/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nikita Mirzani bongkar kejanggalan oknum polisi Serang Kota penjemputan dirinya sebagai tersangka dirumahnya beberapa waktu lalu.

Artis Nikita Mirzani membongkar dugaan kejanggalan yang diduga dilakukan oknum Polisi Serang Kota saat menjalani pemeriksaan di Propam Mabes Polri, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Polres Serang Kota Ketar-ketir, Laporan Nikita Mirzani Diterima Propam Polri

Pasalnya, artis yang penuh kontroversi itu resmi melaporkan oknum kepolisian dari Polres Serang Kota yang menggrebeknya beberapa waktu lalu di Transnation Crime Cineter (TNCC) Mabes Polri, Senin (27/6/2022).

Saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Divisi Propam Polri, artis yang kerap disapa Nyai itu didampingi kuasa hukumnya Fahmi Bachmid.

Baca juga: Nikita Mirzani Ditetapkan Sebagai Tersangka, Polresta Serang Angkat Bicara

"Jadi Niki sudah memenuhi panggilan dan dimintai klarifikasi atas pengaduannya. Niki sudah dimintai keterangan sampai 40 pertanyaan," kata Fahmi Bacmid, dilansir YouTube KH Infotainment, Senin (27/6/2022).

Kedatangan Nikita Mirzani ini juga untuk meminta perlindungan atas persoalan yang dihadapinya saat ini.

Bahkan, Nikita sudah menjelaskan dari A sampai Z, persoalannya sampai kejadian pada tanggal 15 Juni di Polres Serang Kota beberapa waktu lalu.

Baca juga: Nikita Mirzani Tertawa Happy di Podcast Dedy Corbuzier Usai Diperiksa Polresta Serang Kota

Meski begitu Fahmi enggan mengungkapkan secara rinci bagaimana pemeriksaan yang dihadapi Nikita Mirzani.

"Apa yang jadi pemeriksaan saya tak bisa sampaiakan, tapi intinya Niki mimta perlindungan dan menjelaskan perosalan yang tanda kutip perlu untuk ditindak lanjuti oleh unit Paminal,"

Menurutnya, klienya sudah menyerahkan semua, terkait apa yang disampaikan dirinya, soal postinganya sudah disampaikan mendetail, satu persatu ditanya.

Terkait Kejari Serang sudah mengeluarkan SPDP yang berstatus Nikita Mirzani tersangka, Fahmi Bachmid mengaku publik untuk tidak tersesat.

Baca juga: Rumah Didatangi Polisi Pukul 03.00 WIB, Nikita Mirzani Kesal Udah Kayak Teroris Aja

"Kalian jangan tersesat, SPDP itu Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan, dari seseorang yang dimintai keterangan ditindak lanjuti sebagai saksi, itu namanya SPDP," ujarnya.

"Lalau SPDP Niki terima. Yang jadi masalah ini beredar penetapan Niki jadi tersangka, kalau itu wartawan duluan dapat, kan gitu pertanyaan, apakah seperti itu, makanya diurus Propam," ungkap Fahmi


Sementara itu Nikita Mirzani mengaku banyak kejanggalan atas laporan yang dilayangkan pihak Dito Mahendra kepadanya.

Selain itu, tindakan dari oknum kepolisian Serang Banten juga menurut Nikita Mirzani ada yang tak beres.

"Kalau gak salah Dito bikin prescon, dia bilang menunggu saya sampai jam 9 untuk restorative justice, dan disebut saya tak pernah hadir. Saya tegaskan jika sama sekali tak ada surat pemanggilan untuk itu, padahal Polres Serang Banten itu udah megang alamat saya, mereka sudah sering ke tempat saya, tapi gak ada panggilan resmi, dari telepon datau WA juga gak ada. Tapi tiba-tiba Niki pas di Bali disebut tak hadiri pemanggilan restorative justice. Dia itu ngundangnya ke siapa sebenarnya," ungkap Nikita Mirzani.

Kemudian Nikita Mirzani menyebut selama beberapa hari belakangan ini ada kejadian yang membuatnya tak nyaman.

"Setiap 2 hari sekali pasti ada aja kejadian, pertama soal beredarnya surat tersangkanya saya yang tersebar ke wartawan bukan ke saya. saya tak pernah terima,"

"Kemudian Tanggal 16 bapak Humas Polda Serang Banten menegaskan jika Nikita kini tidak sebagai tersangka dan dia akan menelusurui surat itu,"

"Tanggal 29 ada pemberian bunga papan ke polres banten, tidak mungkin polres serang tidak tahu tiba-tiba ada bunga papan, bunga papan itu kan besar, masa mereka gak tahyu, dan terima-terima aja," tutur Nikita Mirzani.

"Surat panggilan tak ada, surat tersangka pun juga dibantah oleh Bapak Humas Polda Serang, saya iini bingung mau mereka ini apa. Bener gak sih kasus ini," kata Nikita Mirzani.

Terkait laporannya kepada oknum polisi Polres Serang Banten Nikita Mirzani menyebut sudah menyerahkan beberapa butki.

"Buktinya foto copi panggilan, cctv rekaman, semua termasuk kita lampirkan surat yang sudah kami keluarkan," katanya.

Dikatakan Nikita Mirzani beberapa point yang diadukannya terkait penjemputan dirinya oleh anggota Polres Serang Kota.

"Masak saya masih jadi saksi dijemput sampai mau ditahan, kan gak masuk akal," kata Nikita Mirzani

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved