Kurir Narkoba di Bengkulu Dituntut Penjara 16 Tahun dan Denda Rp 3 Miliar

Terdakwa kurir narkoba jenis sabu di Bengkulu, Ali Imron dituntut JPU Kejati dari Bengkulu dengan pidana penjara 16 tahun dan denda Rp 3 miliar.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Kejati Bengkulu
Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan kepada terdakwa kurir narkoba di Bengkulu Ali Imron di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa (28/6/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terdakwa kurir narkoba jenis sabu di Bengkulu, Ali Imron dituntut JPU Kejati dari Bengkulu dengan pidana penjara 16 tahun dan denda Rp 3 miliar subsidair 6 bulan penjara.

Surat tuntutan terdakwa kurir narkoba di Bengkulu ini dibacakan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Selasa (28/6/2022) siang.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani membenarkan pembacaan surat tuntutan kepada terdakwa kurir narkoba di Bengkulu, Ali Imron ini.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah jumlah atau berat barang bukti, yakni lebih kurang 3 kilogram narkotika jenis sabu, yang menurut BNNP Bengkulu senilai Rp 3 miliar.

"Benar, hari ini JPU Kejati Bengkulu sudah membacakan surat tuntutan untuk terdakwa Ali Imron," kata Ristianti kepada TribunBengkulu.com.

Terdakwa dijerat dengan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Barang buktinya 3 bungkus besar berwarna hijau narkotika jenis I sabu, 1 tas warna coklat, 1 dompet warna coklat, dan 1 sertifikat vaksin atas nama Budi Arso, yang dimusnahkan," ungkap dia. 

Ali Imron sendiri nekat menjadi kurir sabu dengan upah Rp 6 juta. Tugasnya sederhana, mengambil paket sabu di Provinsi Jambi, dan menyelundupkannya ke Bengkulu.

Aksi Ali Imron dimulai pada Senin (14/2/2022) lalu. Saat itu, Ali Imron bertemu dengan seorang bandar yang kini DPO, BD.

BD kemudian menawarkan Ali Imron untuk menjemput narkotika jenis sabu ke Sarolangon, Jambi. Upahnya cukup besar, Rp 6 juta, dan Ali Imron setuju.

Keesokan harinya, Selasa (15/2/2022), pukul 08.00 WIB, Ali Imron kembali menjumpai BD di rumahnya di Kepala Curup, Rejang Lebong.

Oleh BD, Ali Imron dibekali dengan sebuah sepeda motor matic, dan uang jalan sebesar Rp 1 juta.

Selain itu, BD juga mewanti-wanti Ali Imron agar mengangkat telepon jika sudah berada di Sarolangun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved