Sidang Suami Bunuh Istri

Sidang Bunuh Istri di Kepahiang, Terdakwa Benarkan Dakwaan Jaksa Soal Pembunuhan Istrinya Sendiri

Eko Supardi (35), pelaku pembunuhan terhadap istri sirinya Rita Sriyanti (32) warga Desa Lubuk Penyamun Kabupaten Kepahiang, Selasa (28/6/2022) sore

Panji/Tribunbengkulu.com
Dummi Yanti, Penasehat Hukum Terdakwa Eko Supardi disela Sidang Bunuh Istri di Kepahiang. Terdakwa membenarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa penuntut umum. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Eko Supardi (35), pelaku pembunuhan terhadap istri sirinya Rita Sriyanti (32) warga Desa Lubuk Penyamun Kabupaten Kepahiang, Selasa (28/6/2022) sore menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kepahiang. 

Sidang  secara virtual ini digelar ruang sidang cakra, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU. 

Pihak penasehat hukum terdakwa, Dummi Yanti, tak memberikan sanggahan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Berita Bengkulu :

"Dari dakwaan yang dibacakan dibenarkan oleh terdakwa, pada dasarnya terdakwa melakukan perbuatan tersebut,"

"Kami nanti akan lebih fokus pada nota pembelaan (pledoi) untuk terdakwa," kata Dummi Yanti. 

Diberitakan sebelumnya, Eko Supardi (35), terdakwa pembunuhan terhadap istri sirinya Rita Sriyanti (32), warga Desa Lubuk Penyamun Kabupaten Kepahiang, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kepahiang, Selasa (28/6/2022).

Dalam materi dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepahiang, Abdul Kahar mencantumkan pasal tindak pembunuhan berencana. 

Pada dakwaan primair, terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana merampas nyawa orang lain, subsidair dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, kedua dengan sengaja melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa. 

Berita Bengkulu : Cara Menggunakan Aplikasi MyPertamina, Mulai 1 Juli Untuk Pembelian Pertalite dan Solar Subsidi

"Dakwaan yang dibacakan bersifat alternatif, pertama primair 340 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP atau Kedua Pasal 351 ayat 3," kata Abdul. 

Sidang selanjutnya dengan agenda pembuktian, Jaksa akan memanggil 2 orang saksi dari pihak korban pada tanggal 5 Juli 2022 nanti. 


Dalam persidangan yang digelar secara virtual di ruang sidang Cakra. Terdakwa yang mendengarkan dakwaan dari Jaksa, menerima dakwaan tersebut. 

Berita Bengkulu : PPDB SMP Bengkulu 2022: Siap-siap Jalur Zonasi, Catat Syarat Masuk di SMPN 2 Kota Bengkulu

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Dummi Yanti, sesuai dengan pernyataan dari terdakwa, pihaknya tidak melakukan sanggahan terhadap dakwaan tersebut. 

"Masih berkoordinasi dengan terdakwa, dan minggu depan juga akan mendengarkan keterangan saksi, dari keterangan tersebut nanti juga akan menjadi dasar nota pembelaan," ucapnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved