Kasus Pembunuhan

Terdakwa Pembunuhan Teman Sendiri di Kepahiang Divonis Lebih Berat, Begini Tanggapan Kriminolog

Kriminolog Universitas Bengkulu (Unib) Zico Junius menanggapi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, yang memvonis DE (17) selama 6 tahun

HO/ TribunBengkulu.com
Kriminolog Unib Zico Junius, memberikan tanggapan terkait putusan majelis hakim PN Kepahiang kepada remaja yang membunuh teman sendiri dengan hukuman selama 6 tahun penjara.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kriminolog Universitas Bengkulu (Unib) Zico Junius menanggapi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, yang memvonis DE (17) selama 6 tahun penjara. 

Sebelumnya, DE pelaku pembunuhan terhadap temannya sendiri Andre (17), telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, dengan hukuman pidana penjara 6 tahun. 

Hal tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepahiang, yang hanya menuntut terdakwa selama 2 tahun kurungan penjara. 


"Secara normatif tidak ada satu pasal pun dalam KUHAP yang mengharuskan hakim memutus pemidanaan sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum," kata Zico Junius saat dihubungi Tribunbengkulu.com, pada Rabu (29/6/2022) 


Hakim memiliki kebebasan dalam menentukan pemidanaan sesuai dengan pertimbangan hukum dan nuraninya, bisa lebih tinggi dari apa yang dituntut. 


Sesuai Pasal 193 ayat (1) KUHAP, jika pengadilan berpendapat bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana, maka pengadilan menjatuhkan pidana kepadanya.


"Dalam kasus tertentu dimana ditemukan fakta persidangan terdapat hal-hal yang memberatkan sehingga hakim memiliki keyakinan untuk menjatuhkan pidana lebih tinggi dari tuntutan jaksa (ultra petita), maka hukuman itu tidaklah melanggar hukum acara pidana," ujarnya. 


Hakim bukanlah sekadar corong undang-undang (la bouche de la loi). Hakim juga menjadi pemberi makna melalui penemuan hukum atau konstruksi hukum.


Dalam menegakkan hukum, hakim harus berusaha membuat putusannya adil dan berkeadilan. Dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara hakim wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved