Terdampak Banjir, Warga Kota Bengkulu Cemas Saat Malam Butuh Baju dan Selimut Tebal

Sejumlah warga RT 08 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu yang terdampak banjir, membutuhkan bantuan logistik. Terutama selimut tebal, baju, dan tenda

Editor: M Arif Hidayat
Riris/Tribunbengkulu.com
Banjir Bengkulu membuat sejumlah RT 08 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu terpaksa harus mengungsi. Mereka ngemper di pinggir trotoar jalan dengan hanya berlindung di bawah terpal. Warga kini butuh bantuan logistik terutama selimut tebal, baju, dan lainnya 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Riris

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejumlah warga RT 08 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu yang terdampak banjir, membutuhkan bantuan logistik. Terutama selimut tebal, baju, dan tenda untuk tidur malam nanti.

Ameng warga RT 08 mengatakan, hingga kini bantuan yang datang masih dirasa minim. Pasalnya, baru bantuan makanan, mie instan, dan terbaru 50 kg beras dari Baznas Kota Bengkulu.

"Kami di RT 8 ini, sangat butuh. Pertama tenda, karena kan kami hanya menggunakan tenda darurat. Berupa terpal dan tali rapiah saja. Kedua kami butuh pakaian, juga baju anak anak. Juga selimut dan matras untuk tidur. Tapi yang paling dibutuhkan ini tenda," kata Ameng, Jumat (1/7).

Ia menyayangkan respon pemda terkesan lambat. Padahal bantuan logistik ini, sangat diperlukan oleh masyarakat di RT 8 tersebut. Apalagi, sejak malam tadi banyak warga yang terpaksa tidur di emperan jalan dan depan toko. Yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga yang terdampak banjir.

"Kita liat sendiri, masyarakat yang terkena banjir. Ada yang tidur di bawah tenda darurat, juga ada yang tidur di emperan toko. Juga ada yang ada di emperan jalan," tukasnya.

Kendati demikian, ia tetap berterimakasih kepada Pemda Kota melalui Baznas Kota Bengkulu yang menyalurkan bantuannya, berupa beras 50 kg. Namun, melihat situasi saat ini, tenda, baju dan selimut juga tidak kalah pentingnya. Terutama untuk mengantisipasi hawa dingin saat malam hari, dan adanya potensi hujan deras turun kembali.

"Makanya itu kami perlu tenda, karena yang kami punya hanya tenda darurat seadanya. Ini kami juga sudah menghubungi pihak kelurahan, dan pemda Kota. Agar di RT kami didirikan tenda," jelasnya.

Senada dengan itu, Ujang lala, warga RT 8, menjelaskannya hingga sore ini, ia dan warga lainnya belum bisa kembali ke rumah. Pasalnya, tinggi air masih berkisar 3 meter. Sehingga mereka masih berada di pengungsian, yang bertempat di Depan toko Duta cell. Terkait bantuan, ia menjelaskan kebanyakan berasal dari solidaritas warga sekitar.

"Bantuan ada mie dan beras. Kita masaknya dengan peralatan dari warga sinilah, " singkatnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved