Breaking News:

Cuaca Ekstrem di Bengkulu: Fenomena MJO Jadi Penyebab, Masyarakat Diingatkan Waspada Bencana

BMKG Bengkulu memberikan peringatan cuaca ekstrem di Bengkulu berpotensi masih akan terjadi di wilayah Bengkulu hingga 7 Juli mendatang.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tribunnews.com
Ilustrasi cuaca. BMKG Bengkulu memberikan peringatan cuaca ekstrem di Bengkulu berpotensi masih akan terjadi di wilayah Bengkulu hingga 7 Juli mendatang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu memberikan peringatan cuaca ekstrem di Bengkulu berpotensi masih akan terjadi di wilayah Bengkulu hingga 7 Juli mendatang

Potensi cuaca ekstrem di Bengkulu berupa puting beliung, hujan lebat disertai kilat dan petir dan hujan es.

Kasi Data dan Informasi BMKG Bengkulu menjelaskan cuaca ekstrem di Bengkulu disebabkan adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), serta aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin.

MJO berada di fase 3 (Indian Ocean) dan diprakirakan akan memasuki fase 4 (Maritime Continent) dalam satu minggu ke depan. Angin di lapisan bawah bertiup dari Timur - Selatan dengan kecepatan berkisar antara 02 — 30 knot.

Fenomena ini menyebabkan pada periode 4-7 Juli 2022, kelembapan udara lapisan menengah cukup basah berada di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Bengkulu.

Dampak yang ditimbulkan, seperti yang diprediksi BMKG, adalah jembatan rendah yang tak bisa dilewati. Kemudian, akan terjadi longsor, guguran bebatuan, atau erosi dalam skala menengah.

"Volume sungai akan meningkat, atau banjir, sehingga akan berbahaya dan mengganggu aktivitas masyarakat," kata Anang kepada TribunBengkulu.com, Minggu (3/7/2022)

Warga juga diingatkan waspada terhadap dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem ini, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, angin kencang, dan jalanan yang licin.

BMKG, kata Anang, meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta selalu memperbaharui informasi terkait cuaca di sekitar domisilinya.

"Dan jika tidak mendesak, sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah. Selalu berkoordinasi dan meminta informasi dari pihak-pihak terkait kebencanaan," ungkap Anang.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved