Vaksin Covovaxmirnaty Diharamkan

Fatwa MUI Haramkan Vaksin Covid-19 Jenis Covovaxmirnaty, Mengandung Enzim dan Pankreas Babi

Vaksin jenis Covovaxmirnaty diproduksi oleh PT Serum Institute of India Pvt diharamkan oleh MUI karena mengandung enzim dan Pankreas babi.

Editor: Hendrik Budiman
ISTIMEWA
Ilustrasi vaksin Covid-19. Vaksin jenis Covovaxmirnaty diproduksi oleh PT Serum Institute of India Pvt diharamkan oleh MUI karena mengandung enzim dan Pankreas babi. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Vaksin Covid-19 jenis Covovaxmirnaty diharamkan berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Vaksin jenis Covovaxmirnaty diproduksi oleh PT Serum Institute of India Pvt diharamkan oleh MUI karena mengandung enzim dan Pankreas babi.

Dalam fatwanya MUI dengan tegas mengharamka vaksin bernama Covovaxmirnaty tersebut karena berdasarkan uji MUI.

Baca juga: Maling Bobol Rumah Kosong di Cengkareng Gasak Uang Rp 400 Juta, 2 Pelaku Viral Terekam CCTV

"Vaksin Covid-19 produk Serum Institute of India PVT hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/7/2022).

Atas dikeluarkannya fatwa tersebut, MUI mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah.

Terdapat beberapa poin rekomendasi yang dikeluarkan yakni pertama, Pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

Baca juga: Diduga Mengantuk, Mobil Kades di Kaur Tabrak Pohon, Korban Alami Luka Berat

Pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

Harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

Tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Nyalip Teman Pelajar Tewas Terlindas Mobil

MUI mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah dan bermunajat kepada Allah SWT.

"Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari memerlukan perbaikan akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya," lanjut Hasanuddin.

Sebagai informasi, penetapan terkait dengan fatwa soal vaksin Covid-19 Covovaxmirnaty ditetapkan oleh MUI pada 7 Februari 2022.

Baca juga: Kerugian Banjir di Bengkulu Ditaksir Capai 2,5 Miliar, 4.594 KK terdampak

Dalam fatwanya, MUI juga meminta kepada seluruh umat Islam untuk dapat menyebarluaskan informasi tersebut.

"Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, mengimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini," tutur fatwa tersebut.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved