Naik Sebentar, Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Turun Lagi

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bengkulu Selatan dan Kaur hari ini kembali menurunkan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Harga TBS sawit hari ini yang masih rendah menyebabkan petani masih menunda panen. Antrean truk TBS pun terlihat sepi di PT SBS Desa Nanjungan, Minggu (3/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bengkulu Selatan dan Kaur kembali menurunkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit hari ini, Minggu (3/7/2022).

Meski tidak semua pabrik, namun penurunan harga TBS sawit hari ini mencapai angka Rp 100 tiap kilogramnya.

Tertinggi harga TBS sawit hari ini di Bengkulu Selatan dan Kaur Rp 1.280 per kilogram di PT CBS, Kaur.

Akibat harga TBS sawit yang belum normal, antrean truk TBS sepi. Lantaran masih banyak petani menunda waktu panen.

Diakui humas PT BSL, Idius, untuk pembelian TBS sawit di PT BSL hari ini, Minggu (3/7/2022)  mengalami penurunan lagi. Disebabkan karena penjualan Calm Palm Oil (CPO) masih susah saat ini.

"Sebelumnya harga Rp 1.130, hari ini kita beli TBS sawit di angka Rp 1.030 per kilogram. Penurunan sebesar Rp 100 perkilonya. Penurunan ini karena susahnya menjual CPO saat ini," kata Idius kepada TribunBengkulu.com, Minggu (3/7/2022).

Berbeda dengan PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) yang berada di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Sebelumnya membeli TBS Rp 930  per kilogram sekarang naik menjadi Rp 1.100 perkilogram.

Sama dengan PT APLS yang berada di Desa Beriang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning Kaur, hari ini Minggu (3/7/2022) membeli TBS diangka Rp 1.130 per kilogram.

Sedangkan harga di PT CBS masih tetap seperti harga kemarin tertinggi di angka Rp 1.280 dan paling rendah di angka Rp 1.110 perkilogramnya.

Untuk diketahui, ditingkat petani saat ini harga TBS bervariasi mulai dari Rp 800 sampai dengan Rp 1.000 perkilonya. Namun petani sekarang masih banyak tetap melakukan penundaan waktu panen.

"Hasil panen belum sesuai dengan upah yang harus dikeluarkan. Jadi petani masih banyak memilik menunda waktu panen," ungkap Saipul (32).

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terbaru di Hypermart Bengkulu: Sunco, Bimoli, Filma, Camar, Tropical, Sedap

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved