Cabai Mahal Harga Pupuk Tinggi, Petani di Bengkulu Minta Pemerintah Tak Impor Cabai

Harga cabai merah di Kabupaten Kepahiang sempat menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 60.000 per kilogram. 

Panji/TribunBengkulu.com
Petani cabai saat sedang melakukan perawatan tanaman cabai, Senin (4/7/2022). Harga cabai merah masih mahal saat ini di Bengkulu termasuk di Kabupaten Kepahiang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Harga cabai merah di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu sempat menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 60.000 per kilogram. 

Meskipun harga cabai merah tinggi, namun juga tak terlalu menggembirakan bagi pihak petani.

Lantaran harga cabai merah yang tinggi juga diiringi dengan harga pupuk mahal. 

Salah seorang petani cabai merah di Kepahiang Provinsi Bengkulu, Miming Sulung Berjayo (40) mengatakan dalam seminggu, pihaknya bisa menghabiskan 80 kilogram pupuk, untuk merawat tanamannya.

Jika harga pupuk ini dihitung-hitung dalam sebulan dirinya harus mengeluarkan uang hingga Rp 4 Juta lebih. 

"Beberapa jenis pupuk digunakan untuk merawat tanaman, seperti pupuk jenis NPK saja bisa mencapai Rp 1 Juta lebih/ 50 kilogramnya," ujar Miming. 

Harga pupuk yang ia beli sebelumnya hanya Rp 480 per 50 Kilogram. Kenaikan harga ini cukup tinggi bagi petani seperti Miming Sulung Berjayo. 

Miming yang sudah menjadi petani sejak 2020 lalu mengaku tidak ada pilihan lain selain membeli pupuk meskipun harga mahal. 

Banyak petani tak memilih untuk menanam cabai, karena tak mampu dengan biaya perawatan yang mahal. Hal ini juga mengurangi produksi cabai. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved