Demo Kantor Gubernur Bengkulu

Massa Demo di Kantor Gubernur Bengkulu Berencana Menginap, Kekeh Tolak Tambang Pasir Besi

Ratusan warga berasal dari 6 Desa di Kabupaten Seluma yang demo tolak tambang pasir besi di Kantor Gubernur Bengkulu masih bertahan hingga malam ini.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Suasana masyarakat Seluma yang demo di depan kantor Gubernur Bengkulu dan berencana menginap hingga tuntutan mereka dikabulkan, Senin (4/7/2022). Massa demo kekeh tolak tambang pasir besi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ratusan warga berasal dari 6 Desa di Kabupaten Seluma yang demo tolak tambang pasir besi di Kantor Gubernur Bengkulu masih bertahan hingga malam ini, Senin (4/7/2022).

Massa demo di Kantor Gubernur Bengkulu mengaku akan nekat menginap di depan kantor Gubernur Bengkulu, jika keinginan mereka untuk meminta surat rekomendasi Gubernur Bengkulu belum juga dipenuhi.

Dalam tuntutannya, massa demo di Kantor Gubernur Bengkulu menginginkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah  menindak oknum dan memberhentikan segala aktifitas tambang pasir besi di Pesisir Barat Sumatera.

Bahkan mereka sudah menyiapkan berbagai kesiapan seperti beras, sayuran, air mineral, dandang, kuali dan kompor gas.

"Beras tadi kami bawa kurang lebih sekitar 1 kaleng, karena memang sudah disiapkan jika sampai harus menginap," ungkap Azan, salah satu warga Desa Pasar Seluma Kabupaten Seluma.

Dandang yang disiapkan juga tampak cukup besar. Bisa untuk memasak 1 kaleng beras dan kuali juga dalam ukuran yang cukup besar.

Warga Seluma Nginap1
Warga Seluma yang demo di Kantor Gubernur Bengkulu saat menunjukkan persiapan menginap di kantor Gubernur Bengkulu, Senin (4/7/2022)

"Jadi untuk makan aman, termasuk juga tadi air mineral gelas kami bawa juga sekitar 50 dus," kata Azan.

Untuk diketahui Aksi demo sendiri sudah digelar massa sejak pukul 13.30 WIB tadi siang, kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, perwakilan massa berhasil masuk ke kantor Gubernur Bengkulu untuk bertemu dengan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Bengkulu, Fachriza Razie.

Namun dari pertemuan tersebut Fachriza Razie mengaku tidak bisa membuat surat rekomendasi atas nama Gubernur Bengkulu seperti yang diinginkan massa.

Akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB perwakilan massa memutuskan untuk meninggalkan ruang pertemuan dengan Plh Sekda dengan raut muka kecewa.

Usai meninggalkan pertemuan tersebut massa memutuskan untuk istirahat sebentar dan makan, karena sebagian masyarakat yang ikut aksi ini tampak sudah mulai kelelahan.

Sementara itu hingga pukul 18.00 WIB sore ini, massa memutuskan untuk tetap bertahan di depan kantor Gubernur Bengkulu.

Beberapa perwakilan massa juga sudah kembali menemui Plh Sekda untuk menyampaikan ancaman masyarakat yang nekat ingin menginap jika tuntutannya tidak terpenuhi.

Hingga azan magrib dikumandangkan, perwakilan warga belum juga keluar dari dari pertemuan di kantor Gubernur Bengkulu tersebut. 

Baca juga: Sudah 1.182 Hewan Ternak di Bengkulu Terjangkit Wabah PMK, Jatah Vaksin Ditambah 4.300 Dosis

Baca juga: Beli BBM Pakai Aplikasi MyPertamina di Bengkulu Belum Diterapkan, Warga: Mudah-mudahan Tidak Jadi

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved