Hukum Pecut di Rejang Lebong

Pemberian Sanksi Adat Pasangan Selingkuh di Rejang Lebong, Diwarnai Kesurupan

Pelaksanaan pemberian sanksi adat kepada pasangan selingkuh RK (30), warga Desa Kesambe Lama Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong dan DO (23)

Panji/Tribunbengkulu.com
Pemangku adat sedang menjalani hukum adat berupa pecut lidi di Balai Desa Kecamatan Curup Timur, pada Minggu (3/7/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pelaksanaan pemberian sanksi adat kepada pasangan selingkuh RK (30), warga Desa Kesambe Lama Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong dan DO (23), pemuda warga  Kecamatan Muara Kemumu, Kepahiang berupa sanksi pecut diwarnai kesurupan.

Selama proses hukum ada berlangsung, beberapa orang yang hadir sempat kesurupan.

Hal ini terjadi sesaat sebelum dilakukan hukuman pecutan kepada RK dan DO.


Berawal salah satu pemangku adat yang menjalankan prosesi, tiba-tiba marah dan mengeluarkan ucapan ke arah RK yang duduk di dekat pemangku adat tersebut.


Kemudian para pemangku adat lainya berusaha menenangkan pria tersebut, dengan bahasa Rejang pria ini mengungkapkan perasaan marahnya. 


Tak lama kemudian, seorang warga ikut menyaksikan prosesi adat ini, juga turut kesurupan ibu-ibu ini juga mengeluarkan umpatan dengan menjerit kepada pasangan selingkuh tersebut.


Wanita ini terus menjerit dan berusaha mendekati lingkaran pemangku adat yang sedang menjalankan proses adat. Akhirnya perempuan tersebut dievakuasi warga ke ruangan administrasi balai desa untuk ditetangkan. 


‘’sepertinya datang leluhur, karena marah dan tidak senang dengan kejadian ini,’’ ucap sorang warga yang melihat prosesi adat ini

Sempat Dilaporkan Hilang

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved