Pemkab Kepahiang Tekan Angka Stunting, Warga Diingatkan Tak Lakukan Pernikahan Dini

Pemkab Kepahiang menggelar rapat percepatan target penurunan stunting di Kabupaten Kepahiang, pada Senin (4/7/2022). 

Panji/TribunBengkulu.com
Pemkab Kepahiang menggelar rapat percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepahiang, Senin (4/7/2022). Kasus stunting di Kepahiang sudah di bawah angka 21,2 persen stunting. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pemkab Kepahiang menggelar rapat percepatan target penurunan stunting di Kabupaten Kepahiang, pada Senin (4/7/2022). 

Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata mengatakan rapat koordinasi untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Kepahiang yang secara nasional ditargetkan pada tahun 2024 di bawah 14 persen. 

Tercatat hingga saat ini kasus stunting di Kabupaten Kepahiang di bawah 21,2 persen.

"Terkait stunting di Kabupaten Kepahiang ini, seluruh OPD harus ikut andil dalam mengurangi angka stunting, bukan hanya dinas kesehatan saja yang berperan," kata Zurdi Nata, kepada TribunBengkulu.com, Senin (4/7/2022).

Pemerintah juga menyelenggarakan program pra-nikah bagi calon pengantin di Kabupaten Kepahiang. 

Berita Bengkulu: Massa Demo di Kantor Gubernur Bengkulu Berencana Menginap, Kekeh Tolak Tambang Pasir Besi

Berita Bengkulu: Raperda Kawasan Pemukiman Terus Dikaji DPRD Kota Bengkulu, Cegah Kawasan Banjir Dibangun Pemukiman

Pihaknya juga bekerjasama dengan pihak KUA Kemenag Kabupaten Kepahiang. Sebelum melangsungkan pernikahan, calon pengantin diberikan pemahaman soal pernikahan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tadjri Fauzan mengatakan, jika hanya dinas kesehatan yang menekan angka stunting maka hanya akan berpengaruh sedikit saja. 

Jika seluruh OPD berperan dalam menekan angka stunting, diperkirakan di tahun 2030 angka stunting di Kabupaten Kepahiang mencapai 0 persen. 

"Stunting ini tak disebabkan dengan kemiskinan saja, namun dari tingkah laku. Contoh peran dari pihak ketahanan pangan dan Dinas PU, jika nanti mengkonsumsi air yang tidak baik serta makanan tak bergizi akan berdampak pada kelahiran anak nantinya," ujarnya. 

Pihak pemerintah juga memberikan masukan kepada keluarga yang ingin menikahkan anaknya ketika usia masih dini.

Pernikahan dini juga dapat berdampak pada kelahiran anak yang kurang bulan dan kekurangan gizi.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved