Polisi Serahkan SPDP Kasus Pembunuhan Teman Sendiri ke Kejari Kepahiang, Kejiwaan Tsk Diobservasi

Penyidikan kasus pembunuhan terhadap temannya sendiri di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang saat ini masih berlanjut.

Panji/TribunBengkulu.com
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Penyidikan kasus pembunuhan terhadap temannya sendiri di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang saat ini masih berlanjut.

Penyidik sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Kepahiang. 

"Kami saat ini masih memanggil beberapa orang saksi dan tengah melakukan pemberkasan, untuk SPDP sudah diserahkan ke Kejaksaan," ujar Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah kepada Tribunbengkulu.com, pada Senin (4/7/2022) 


Sebelumnya, tersangka NA 17 tahun sedang menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Khusus Jiwa Bengkulu. 


NA tega menghabisi nyawan korban yakni Gito Gunawan 21 tahun, warga Kecamatan Kabawetan, saat korban sedang mengambil sayur-sayuran di depan rumahnya, pada Selasa (28/6/2022). 

Dari hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Kepahiang, Polisi akhirnya mengambil kesimpulan, pelaku NA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Tersangka yang dijerat pasal 338 KUHPidana terancam kurungan penjara maksimal 15 tahun kurungan. 

Selain itu, guna kepentingan penyidikan Polisi juga melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, lantaran dari keterangan pihak keluarga pelaku, ia beberapa hari terakhir berprilaku aneh seperti gangguan jiwa. 

"Kami akan melakukan observasi kejiwaan terhadap pelaku juga nantinya," ujar Andika


Kronologis Kejadian 


Kasus pembunuhan ini terjadi pada Selasa (28/6/2022), korban saat itu berpamitan kepada temannya yang tinggal 1 rumah dengan korban mengambil sayur untuk dimasak. 


Teman korban pun masuk kedalam rumah, sekitar 30 menit, teman korban mendengar adanya suara jeritan minta tolong dari depan rumah. 


Merasa khawatir teman korban langsung berlari ke depan rumah, tak disangka teman korban melihat korban sudah terjatuh bersimbah darah, tak pikir panjang teman korban langsung meminta pertolongan warga setempat. 


Namun sayang, saat di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada kiri dan kanan. 


Modus Pelaku Cek-cok Mulut Perkara Kunci Motor


Hasil dari pemeriksaan polisi, motif yang melatarbelakangi pelaku ini, akibat cek-cok mulut korban dan pelaku di depan rumah korban. 


Hal itu bermula saat korban dihampiri oleh pelaku di depan rumah, di sana pelaku meminta korban untuk meminjamkan kunci-kunci untuk memperbaiki motor pelaku. 


Sayangnya, korban menolak permintaan dari pelaku, tak terima akhirnya pelaku naik pitam yang berujung penusukan terhadap korban. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved