Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Mantan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 250 Juta

Mantan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin divonis 6 Tahun penjara dan denda Rp250 juta di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (5/7/2022).

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Sidang Mantan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, mantan Bupati Muba di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (23/6/2022). Dodi Reza Alex Noerdin divonis 6 Tahun penjara dan denda Rp250 juta di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (5/7/2022). 

"Kejadian OTT di Sumatera Selatan, ketika saya sedang berada di Jakarta, adalah kejadian yang melibatkan staf saya Herman Mayori dan Eddy Umari bersama seorang pengusaha yang belakangan baru saya tahu bernama Suhandy. Pada saat kejadian tersebut, Herman Mayori berkilah bahwa uang OTT Rp. 270 juta itu diperuntukkan bagi saya, sebuah fitnah yang menyeret saya sehingga saya ikut diamankan di Jakarta.

Baca juga: Kronologi OTT Dua Oknum Pegawai Dinkes Kota Bengkulu, Berawal dari Penyelidikan Tim Saber Pungli

"Belakangan, di BAP penyidikan dan fakta persidangan, Herman Mayori mengakui bahwa uang itu memang diminta oleh dia dan diperuntukkan bagi dia. Tapi nasi sudah menjadi bubur, akibat fitnah tersebut saya ikut ditangkap. Karir saya hancur, keluarga saya menderita, dan cita-cita luhur untuk membangun daerah yang saya cintai kandas," ucapnya.

Selain itu, Dia juga membantah uang sebesar Rp 1,5 M hasil temuan KPK.

Serta membantah menerima uang sebesar Rp. 2.011.550.000,00 pada tahun 2020 dan Rp. 600 juta pada tanggal 19 Januari 2021 dari Suhandy melalui Eddy Umari dan Herman Mayori sebagai commitment fee guna mendapatkan pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin.

Baca juga: Terjaring OTT, 2 Pegawai Dinkes Kota Bengkulu Berinisial R dan L Langsung Dinonaktifkan

Dia juga mengaku bingung dengan adanya uang sebesar Rp.300 juta yang disebut telah dia terima pada bulan Maret 2021 dari Herman Mayori melalui Badruzaman yang merupakan setoran fee dari kontraktor bernama Suhandy (terpidana).

Padahal menurutnya, uang tersebut tidak pernah didakwakan sebelumnya.

"Saat ini saya sampai kebingungan mencari cara membuktikan bahwa saya tidak menerima uang yang dituduhkan penuntut umum. Bagaimana saya bisa membuktikan bahwa saya tidak menerima uang yang memang tidak pernah saya terima," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Dodi Reza menyampaikan harapan kepada hakim untuk membebaskannya dari segala tuntutan.

Dia juga menyinggung soal usia anak-anaknya yang masih kecil dan membutuhkan figur seorang ayah.

"Saya memohon kiranya majelis hakim menolak semua tuntutan penuntut umum dan membebaskan saya dari segala tuntutan dan dakwaan atau jika berkenan, mohon kiranya majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya.

"Yang Mulia, permohonan saya bukan hanya tentang saya. Tetapi demi kemanusiaan. Demi anak-anak saya yang masih kecil-kecil yang masih sangat membutuhkan pengasuhan dan kehadiran figur seorang ayah, yang sampai sekarang pun mereka masih berharap ayahnya yang hilang tanpa kabar tiba-tiba muncul menjemput mereka di sekolah," ungkapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved