Demo Kantor Gubernur Bengkulu

Massa Buat Miniatur Mirip Kuburan Gubernur Bengkulu Saat Demo, Perwujudan Kesedihan Warga Seluma

Ada pemandangan unik pada hari kedua aksi demo yang digelar masyarakat Kabupaten Seluma di depan Kantor Gubernur Bengkulu hari ini, Selasa (5/7/2022).

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Beta Misutra/Tribunbengkulu.com
Warga Seluma yang melanjutkan aksi demo penolakan aktivitas tambang pasir besi di Kabupaten Seluma di depan kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (5/7/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ada pemandangan unik pada hari kedua aksi demo yang digelar masyarakat Kabupaten Seluma di depan Kantor Gubernur Bengkulu hari ini, Selasa (5/7/2022).

Selain massa membawa poster berisi kan penolakan tambang pasir besi di daerah mereka serta membuat aksi teaterikal.

Warga juga membuat miniatur mirip kuburan di depan Kantor Gubernur Bengkulu.

Miniatur mirip kuburan tersebut sebagai perwujudan kesedihan masyarakat Seluma yang selama ini telah menolak tambang pasir besi di Kabupaten Seluma.

Selain itu dengan ditaruhnya foto Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah di atas kuburan tersebut, melambangkan matinya kepedulian Gubernur Bengkulu.

Yaitu terhadap tuntutan masyarakat yang sedang terancam ruang hidupnya akibat aktivitas tambang pasir besi yang dilakukan di daerah tempat tinggal mereka.

"Jadi itu melambangkan Gubernur yang tidak peduli dengan kehendak rakyat. Kita ibaratkan mati suri, menanggapi tuntutan warga yang menolak tambang," ungkap Kepala Departemen Advokasi WALHI Bengkulu, Dodi Faisal.

Sama seperti kemarin, massa aksi hari ini masih terdiri dari atas masyarakat dan mahasiswa yang sebelumnya merasa diacuhkan oleh Gubernur Provinsi Bengkulu.

Masa tetap dilakukan untuk mengingatkan Gubernur akan janjinya untuk mengusut tuntas polemik pertambangan pasir besi di pesisir barat, Desa Pasar Seluma Kabupaten Seluma.

Pada aksi hari ini massa telah menerima pesan dari Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang menyampaikan arahannya terkait tuntutan massa berkenaan dengan permasalahan tambang pasir besi di Kabupaten Seluma.

"Tadi kita juga sudah menyampaikan data awal dugaan aktivitas ilegal yang dilakukan PT Faminglevto Baktiabadi, terkait aktivitas tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma," kata Dodi.

Selanjutnya bersama Inspektur Tambang, OPD terkait serta pemerintah Kabupaten Seluma akan bersama-sama melakukan survey ke lapangan pada hari kamis tanggal 7 Juli 2022 dengan titik temu di Rumah Juang desa Pasar Seluma.

"Hasil kesepakatan sudah tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan No. :100/707/II/B.1 / 2022," kata Dodi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved