Kontroversi Holywings

Warga Jambi Unjuk Rasa Tolak Pendirian Hollywings di Kota Jambi

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Maksiat unjuk rasa tolak Hollywings berdiri di Provinsi Jambi.

Editor: Hendrik Budiman
Tribunjambi.com/Aryo Tondang
Aliansi Masyarakat Anti Maksiat melakukan unjuk rasa di depan Tugu Keris Siginjai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Rabu (6/7). Mereka menolak dan mencegah Holywings berdiri di Kota Jambi. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Maksiat unjuk rasa tolak Hollywings berdiri di Provinsi Jambi.

Sejumlah warga itu melakukan unjuk rasa di depan Tugu Keris Siginjai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Pemkot Palembang Tutup Holywings di Palembang, Perizinan Holywings Belum Terverifikasi

Mereka menolak dan mencegah Holywings berdiri di Kota Jambi.

Massa aksi silih berganti berorasi di depan Tugu Keris Siginjai sehingga disaksikan pengendara yang lewat.

Mereka protes berdirinya Hollywings di Jambi, atas kontroversi promo minuman alkohol yang catut nama Muhammad dan Maria beberapa waktu lalu.

Baca juga: Anies Baswedan Cabut Izin Usaha 12 Outlet Holywings, Buntut Promo Miras Catut Muhammad dan Maria

Atas kontoversi pihak Hollywings itu dianggap sudah mengecewakan umat Islam.

"Tindakan pihak Holywings jelas sudah mengecewakan kita umat Islam. Bukan cuman kita, tetapi mereka juga menyakiti hati umat Kristiani. Nama Muhammad dan Maria digunakan untuk mempromosikan minuman keras," kata Ahmad Sukri Baraqbah, Ketua Front Persaudaraan Islam Jambi, sekaligus tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Maksiat dalam orasinya.

Mereka melakukan orasi, setelah mendapatkan kabar Holywings akan mendirikan cabang di Kota Jambi.

Aliansi Masyarakat Anti Maksiat mengingatkan Pemerintah Kota Jambi agar mencegah masuknya tempat hiburan malam itu.

Baca juga: 6 Pegawai Holywings Jadi Tersangka, Buntut Promo Minuman Alkohol Catut Muhammad dan Maria

"Kami mengingatkan Pemerintah Kota Jambi bahwa Hollywing sedang invasi ke daerah-daerah. Saya dapat informasi mereka sedang mencari tempat yang posisinya di Kecamatan Danau Sipin," tuturnya.

Sementara itu, Korlap Aliansi Masyarakat Anti Maksiat, Arizal menyampaikan pihaknya juga menginginkan Pemerintah Kota Jambi memberikan peringatan kepada tempat sejenis Holywings.

"Agar tidak membuat kegaduhan seperti itu. Jangan melekatkan lambang-lambang agama ke suatu yang buruk," tuturnya.

Baca juga: Catut Muhammad dan Maria dalam Promo Minuman Alkohol, Berikut Deretan Kontroversi Holywings

Ia juga berharap Pemerintah Kota Jambi bersungguh-sungguh bekerja untuk menindak bar atau tempat hiburan malam yang melanggar aturan.

"Jadi, harus melakukan pendataan dan pemetaan yang kuat terhadap kafe dan bar, serta menggelar razia yang menjadi tugas pemerintah yang domainnya dilakukan Satpol PP," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Aliansi Masyarakat Anti Maksiat berada di Kantor DPRD Kota Jambi, melakukan audiensi di hadapan sejumlah ketua komisi dan anggota DPRD Kota Jambi.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved