2 Bocah di Kota Bengkulu Stunting

Miris! 2 Anak Buruh Penggiling Bumbu di Kota Bengkulu Terindikasi Stunting

Anak dari seorang buruh penggiling bumbu di Kota Bengkulu itu terindikasi stunting lantaran diduga akibat gizi buruk.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kondisi Bayu dan Akbar, 2 bocah asal Kota Bengkulu yang terindikasi stunting diduga akibat gizi buruk 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua orang bocah warga Gang Mulya Karya Suprapto RT 05, Kelurahan Anggut Dalam, Kota Bengkulu terindikasi stunting.

Anak dari seorang buruh penggiling bumbu di Kota Bengkulu itu terindikasi stunting lantaran diduga akibat gizi buruk.

Keduanya yaitu Bayu Witra seorang anak laki-laki yang baru berusia 9 bulan dan Akbar Saputra yang hampir genap berusia 6 tahun.

Kedua bocah ini tinggal bersama ibunya yang bernama Mareta, seorang janda yang berprofesi sebagai penggiling bumbu di salah satu tempat penjual bumbu di Pasar Minggu, Kota Bengkulu.

Mareta bersama anak-anaknya tinggal di sebuah kontrakan kecil masuk gang sempit dibelakang komplek pertokoan.

Setiap hari Mareta harus bekerja banting tulang sebagai penggiling bumbu, selain untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, juga untuk membayar kontrakannya dengan biaya Rp 500 ribu perbulan.

Mareta sebenarnya menyadari bahwa pertumbuhan kedua anaknya memang kurang baik dibandingkan anak normal lainnya.

Akan tetapi ia tidak berdaya dan hanya dapat pasrah, karena penghasilan mareta sebagai tulang giling bumbu sangatlah kecil.

Bahkan dalam sehari dirinya pernah hanya mendapat uang sebesar Rp 30.000 untuk dibawa pulang membeli kebutuhan untuk susu dan makan anak-anaknya.

BERITA BENGKULU:

Viral 3 Ekor Kambing Naik ke Atap Rumah Warga di Kaur, Netizen: Kabur Takut Dikurban Lebaran

Jaksa Terima Tersangka & Barang Bukti Kasus Aborsi di Kepahiang, Ketiga Tersangka Segera Disidangkan

Kios Disegel, Pedagang Loak Pasar Pagar Dewa Bengkulu: Beli Sepatu Sekolah Anak Kami Tak Mampu

Bahkan tidak jarang Mareta kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak-anaknya, yang membuatnya harus memutar akal agar anak-anaknya tetap bisa makan.

"Untuk yang Bayu ini, bahkan sempat dirujuk ke rumah sakit karena sesak nafas. Sampai sekarang kalau dia kekenyangan biasnya dia masih sering sesak," kata Mareta.

Meskipun berbeda ayah, namun dari keterangan Mareta, baik ayah dari Bayu maupun ayah dari Akbar keduanya tidak ada yang memiliki badan pendek.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved