Tambang Pasir Besi di Seluma Bengkulu Ditutup Sementara, Diduga Ada Pembuangan Limbah ke Sungai

Tambang pasir besi yang dilakukan oleh PT Faminglevto Baktiabadi (FBA) di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu ditutup sementara.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
HO Walhi
Sidak yang dilakukan oleh Tim Terpadu bersama warga Seluma, WALHI Bengkulu dan mahasiswa, pada Kamis (7/7/2022) hari ini 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tambang pasir besi yang dilakukan oleh PT Faminglevto Baktiabadi (FBA) di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu ditutup sementara.

Hal itu berdasarkan keputusan bersama yang ditandatangani Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Asisten III Setda Kabupaten Seluma, Inspektur Tambang, perwakilan WALHI Bengkulu, perwakilan mahasiswa dan perwakilan warga, Kamis (7/7/2022).

Surat Keputusan bersama
Surat Keputusan bersama yang ditandatangani Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Asisten III Setda Kabupaten Seluma, Inspektur Tambang, perwakilan WALHI Bengkulu, perwakilan mahasiswa dan perwakilan warga, Kamis (7/7/2022).

Keputusan tersebut diputuskan berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Tim Terpadu bersama warga Seluma, WALHI Bengkulu dan mahasiswa, pada Kamis (7/7/2022) hari ini.

Kepala Departemen Advokasi WALHI Bengkulu, Dodi Faisal yang ikut dalam sidak tersebut, ada beberapa temuan yang didapati saat pelaksanaan Sidak.

Baca juga: Minyak Sawit Indonesia Diatur Malaysia, Menko Marves Luhut Marah Besar

"Temuan tersebut telah dituangkan dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani oleh Inspektur Tambang, Kepala Dinas ESDM, perwakilan WALHI Bengkulu, perwakilan mahasiswa dan perwakilan warga," kata Dodi kepada TribunBengkulu.com.

Tim menemukan adanya dugaan pembuangan limbah hasil tambang yang dibuang ke sungai Muara Buluan yang langsung mengalir ke laut.

Selain itu, ditemukan adanya galian lubang tambang yang sudah ditutup dan adanya pengerusakan hutan pantai akibat aktivitas pertambangan.

Baca juga: Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi di Bengkulu Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Ancaman Seumur Hidup

Adanya aktivitas penggalian oleh perusahaan dibuktikan dengan adanya alat berat dan penumpukan pasir besi.

Selanjutnya diperkirakan jarak antara bibir pantai dengan aktivitas pertambangan lebih kurang berjarak 30 meter.

Baca juga: Miris! 2 Anak Buruh Penggiling Bumbu di Kota Bengkulu Terindikasi Stunting

"Selanjutnya rapat hasil crosscheck dan sinkronisasi data analisis temuan akan di laksanakan pada haris kamis tanggal 21 juli 2022," ungkap Dodi.

Sementara itu sampai berita ini ditulis, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Mulyani masih belum dapat dikonfirmasi terkait hasil Sidak yang dilakukan hari ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved