2 Bocah di Kota Bengkulu Stunting

2 Bocah di Kota Bengkulu Terindikasi Stunting, Pemkot Turunkan Tim Kesehatan

Terkait dengan kabar 2 orang bocah di Kota Bengkulu yang diduga terindikasi stunting, Pemerintah Kota Bengkulu turunkan tim kesehatan.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kondisi Bayu dan Akbar, 2 bocah asal Kota Bengkulu yang terindikasi stunting diduga akibat gizi buruk. Terkait dengan kabar 2 orang bocah di Kota Bengkulu yang diduga terindikasi stunting, Pemerintah Kota Bengkulu turunkan tim kesehatan. 

Namun untuk gizi keduanya Mareta tidak berani menjamin sudah tercukupi, seperti Bayu yang masih berusia 9 bulan bahkan tidak pernah mendapat asupan Air Susu Ibu (ASI) sejak lahir.

Hal itu karena memang Mareta tidak mampu menghasilkan ASI, sehingga sejak kecil Bayu hanya mengkonsumsi susu formula saja.

"Kalau untuk Akbar, dia tidak mau makan sayur, jadi keseringan hanya makan telur atau tahu saja," ungkapnya

BERITA BENGKULU:

Baca juga: Polda Bengkulu Dalami Pelanggaran Administratif yang Dilakukan Diskotik Cassablanca

Baca juga: Keponakan Bunuh Bibi di Bengkulu Selatan, Polisi Masih Observasi Kejiwaan, Pelaku: Saya Tidak Gila

Baca juga: Honor 7 Bulan Belum Dibayar, Perangkat Kelurahan Datangi Camat Bermani Ilir Kepahiang

Belum lagi Mareta juga tidak memiliki pengetahuan terkait indikasi stunting yang disebabkan oleh gizi buruk.

Dia juga tidak berani untuk berkonsultasi dengan dokter dengan alasan tidak memiliki biaya.

Dengan aktivitasnya bekerja sebagai buruh giling bumbu yang membuatnya tidak memiliki waktu banyak untuk mengurus anak-anaknya.

Sementara itu, indikasi stunting yang ada pada anak Mareta baru diketahui hari Rabu (6/7/2022) kemarin, saat ada pertemuan bulanan kelompok Program PKH yang juga diikuti Mareta.

Salah satu kerabatnya memberitahu kondisi kedua anak Mareta kepada Heri Prasetyo, salah satu pendamping sosial PKH di Kota Bengkulu.

Akhirnya usai pertemuan tersebut Heri langsung mengecek kondisi kedua anak Mareta ke rumahnya.

Setelah melihat kondisi kedua anak Mareta, Heri menjadi cukup yakin karena melihat ciri-ciri fisik yang ada pada keduanya.

"Untuk Bayu, di usianya yang baru 9 bulan, berat badannya kurang dari 5 kilogram dan lambat tumbuh gigi. Kalau Akbar ini padahal usianya sudah hampir 6 tahun tapi tingginya baru sekitar 93 centimeter dan berat badannya tidak pernah meningkat selama hampir 1 tahun terakhir, yaitu hanya 10 kilogram," ungkap Heri.

Walaupun dirinya sudah pernah mengikuti sosialisasi stunting sebelumnya, namun Heri tidak berani memastikan apakah kedua anak Maret ini positif stunting.

Hanya saja jika melihat ciri-ciri yang ada pada keduanya, ia yakin bahwa itu adalah gejala stunting.

"Ini juga sudah saya sampaikan dengan dinas terkait termasuk beberapa teman-teman yang punya akses agar bisa membantu. Terutama untuk pemenuhan gizi yang masih balita ini sebagai langkah pencegahan apabila ini benar-benar gejala stunting," ungkapnya.

  • Berita Terkait :#2 Bocah di Kota Bengkulu Stunting

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved