Wabah PMK Jelang Idul Adha Bikin Peternak Kelimpungan, Susah Dapat Vaksin dan Surat Sehat

Wabah PMK atau penyakit mulut dan kaki menjelang hari raya Idul Adha tahun ini benar-benar membuat para peternak khawatir, termasuk peternak di Kepahi

Panji/Tribunbengkulu.com
Hewan kurban milik Untung Mirdoni (45) di Kelurahan Pensiun, Kecamatan Kepahiang, yang dipersiapkan untuk Idul Adha nanti, pada Jum'at (8/7/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Wabah PMK atau penyakit mulut dan kaki menjelang hari raya Idul Adha tahun ini benar-benar membuat para peternak khawatir, termasuk peternak di Kepahiang.

Meski pemesanan hewan ternak untuk hewan kurban masih ada. Namun teknis transaksi jual beli hewan kurban tahun ini sedikit berbeda.

Baca juga: Catat, Ini Daftar Kendaraan yang Dilarang Antre Solar Bersubsidi, Begini Saran Pemprov Bengkulu

"Yang order hewan kurban Alhamdulillah masih ada, sampai saat ini belum ada yang cancel, karena penyerahannya minggu nanti, nggak tau nanti hari minggu seperti apa," kata Untung (45), warga Kelurahan Pensiunan, Kecamatan Kepahiang, Jum'at (8/7/2022). 

Peternak harus terlebih dahulu mengurus surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan, untuk memastikan bahwa hewan ternak yang dijual sehat dan bebas dari virus PMK.

Namun, masih banyak peternak yang tidak tahu cara mengurus membuat surat keterangan sehat tersebut. Peternak juga mengeluhkan mendapat vaksin PMK itu.

Baca juga: Breaking News: Artis Ayu Ting Ting Dilaporkan ke Polda Bengkulu, Buntut Tewasnya Pemandu Lagu

"Susah dapat vaksin, untuk alternatif sementara saran dari teman-teman peternak lainnya, saya menggunakan obat tradisional, seperti gula merah ataupun kunyit," ujarnya. 


Ia yang sudah memulai usaha sejak tahun 2010 ini untuk hewan kurban di tahun ini, yang dijual harus memiliki surat keterangan sehat. 


"Saya sempat minta ke dinas terkait, namun pihak dinas menjelaskan tidak sembarangan untuk mengeluarkan surat keterangan sehat tersebut, harus dilakukan uji laboratorium di Lampung, sementara pihak dinas belum mendatangi kandang saya untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban," ucapnya. 

Baca juga: Viral 2 Oknum Polisi Diduga Peras Sopir Truk Rp 500 Ribu di Jalan Trans Sulawesi


Menurutnya, pemerintah harus memberikan informasi terkait surat keterangan sehat ini, sebulan sebelum Idul Adha ini. 

"Sebaiknya jangan 2 hari sebelum Idul Adha, kemana kami mencari surat keterangan kesehatan itu," tuturnya

Direncanakan besok, hewan kurban milik untuk akan dikirim ke Desa Padang Tepong, Sumatera Selatan. 

"Mau membedakan hewan ini terjangkit PMK atau tidak, saya masih bingung, soalnya kalau seperti sapi atau kerbau naik ke mobil lebih dari 1 jam pasti berbusa atau mabuk, melihat kukunya juga kemungkinan lecet lantaran naik turun mobil," jelasnya. 

Baca juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penusukan Anggota Polri di Diskotik Cassablanca, 2 Lagi Buron


Untung memiliki 40 ekor sapi dan kerbau dikandangnya, dengan harga bervariasi mulai dari Rp 14 juta hingga Rp 35 juta.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Hernawan saat dihubungi oleh Tribunbengkulu.com, belum memberikan keterangan terkait sulitnya peternak mendapatkan surat keterangan sehat. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved