Polisi Telusuri Aliran Dana Arisan Online di Rejang Lebong, Ada Transaksi Transfer ke Rekening Suami

Penyidikan kasus arisan bodong di Rejang Lebong, masih terus berlanjut, penyidik saat ini masih melakukan penelusuran aliran dana dari arisan tersebut

Panji/Tribunbengkulu.com
BO (24) bos arisan online yang telah menjadi tersangka dalam kasus arisan bodong, polisi masih menelusuri aliran dana tersangka 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Penyidikan kasus arisan bodong di Rejang Lebong, masih terus berlanjut, penyidik saat ini masih melakukan penelusuran aliran dana dari arisan tersebut. 

Sebelumnya, polisi telah menetapkan BO (24) atau bos dari arisan online warga karang anyar, Kecamatan Curup Timur ini sebagai tersangka. 

"Kami masih menelusuri kemana saja uangnya mengalir. Kami juga masih menunggu dari pihak bank terkait karena proses permintaan mutasi rekening koran ini, dikarenakan harus seizin kepala cabang dan itu pun harus dengan surat permohonan dari Pak Kapolres," kata Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutape kepada Tribunbengkulu.com, Pada Senin (11/7/2022) 


Dari puluhan barang bukti yang diamankan pihaknya diantaranya ada tiga buku rekening bank, dua atas nama tersangka BO, dan satu rekening atas nama suaminya berinisial AS, dari tiga buku rekening ini satu rekening masih berisi uang Rp7 juta.


Sedangkan untuk dua rekening bank lainnya, masih akan dilakukan pembukaan datanya agar mengetahui isinya dan kemana saja aliran dananya diberikan.


"Sejauh ini dari pengakuan tersangka, perbuatan itu seorang diri tidak melibatkan suaminya AS yang saat ini masih berstatus sebagai saksi," ujarnya


Modus arisan yang dikelola tersangka ini, sama dengan modus investasi atau arisan bodong lainnya dengan menggunakan skema ponzi, yakni uang dari nasabah dua untuk menutupi nasabah satu, dan seterusnya sampai dengan nasabah terakhir yang paling banyak mengalami kerugian. 


Tersangka dijerat dengan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dan 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman delapan tahun penjara.


Selain pasal di atas, tersangka juga dikenakan pelanggaran Pasal 46 UU Perbankan yang berbunyi barang siapa yang menghimpun dana masyarakat tanpa izin diancam dengan pidana 15 tahun atau denda Rp200 miliar.


Kasus ini bermula ketika tersangka menjalani arisan online pada 2018 lalu dan berjalan normal hingga 2021. Namun dalam perjalan arisan ini, tersangka sudah menggelapkan dana arisan hingga menjadi tunggakan pelaku.


Pada awal 2022, tersangka kembali membuka arisan ini dengan modus oper slot dan ditawarkan kepada calon pesertanya yang ternyata adalah data fiktif yang digunakan tersangka untuk menutupi kerugian yang telah dipakainya sebelumnya. 


Sebelumnya, ratusan warga Kabupaten Rejang Lebong dan daerah lainnya di Bengkulu menjadi korban arisan bodong yang dikendalikan bos arisan online atau admin arisan berinisial BO, saat ini ada sekitar 50 orang yang baru melaporkan kepada pihak kepolisian dengan kerugian mencapai Milyaran Rupiah. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved