Luhut ke Bengkulu

Luhut ke Bengkulu, Menko Marves Ini Sebut Penurunan Pajak Ekspor CPO akan Stabilkan Harga TBS Sawit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan ke Bengkulu, Selasa (12/7/2022).

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kedatangan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan ke Bengkulu, Selasa (12/7/2022). Luhut yakin harga TBS sawit yang anjlok dapat segera stabil kembali. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan ke Bengkulu, Selasa (12/7/2022).

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyakini permasalahan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit akan segera selesai. Harga TBS sawit dapat stabil kembali.

"Saya kira kan TBS ini baru turun, kita lihat jika pajak ekspor (PE) ini diturunkan. Senin akan kita rapatkan, kita harap nanti keputusannya bagus," ungkap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat ke Bengkulu usai memberi pengarahan ke Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Gedung Balai Buntar Bengkulu, Selasa (12/7/2022).

Salah satu solusi yang saat ini sedang ditempuh oleh perintah untuk menstabilkan kembali harga TBS sawit yaitu dengan menurunkan pajak ekspor CPO.

Karena masalah anjloknya harga TBS sawit sudah menjadi permasalahan nasional dan bukan hanya terjadi di Provinsi Bengkulu saja.

Pertemuan yang akan dilaksankan pada Hari Senin, 18 Juli 2022 mendatang akan dilakukan dengan berbagai daerah penghasil kelapa sawit seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut akan membahas terkait dengan rencana pemerintah untuk menurunkan pajak ekspor CPO sebagai salah satu solusi anjloknya harga TBS sawit.

"Presiden juga sudah iya kan," kata Luhut.

Dengan adanya penurunan pajak ekpor CPO tersebut diyakini akan mampu untuk mengosongkan Tangki CPO yang saat ini banyak dalam kondisi penuh.

Apalagi kondisinya saat ini, penuhnya tangki-tangki CPO ini membuat pabrik membatasi pembelian TBS sawit dari petani.

Hal inilah yang selama ini menjadi permasalahan membuat harga TBS sawit di Indonesia termasuk juga di Provinsi Bengkulu menjadi anjlok.

"Kemudian jika tangki ini dikosongkan, maka pasti nanti orang akan membeli TBS," ujar Luhut.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara, Mian menyatakan dari penjelasan Menko Luhut, sudah dijelaskan skema pemerintah pusat untuk mengatasi anjloknya harga TBS sawit.

Salah satunya dengan pertemuan yang akan kembali dilakukan dengan daerah penghasil kelapa sawit pada Rabu mendatang (18/7/2022).

"Kita yakin dengan skema tersebut harga akan bisa stabil dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama seperti yang telah beliau sampaikan tadi," ungkap Mian. 

Baca juga: AKPSI Sampaikan 13 Tuntutan ke Luhut, Nomor 1 soal Harga Sawit, Bupati Gusnan: Berharap Terealisasi

Baca juga: Usai Pelantikan Apdesi Provinsi Bengkulu, Luhut Beri Motivasi, Rohidin Pesankan Ini

Baca juga: TNI AL Buka Rekrutmen Bintara dan Tamtama 2022 di 58 Lokasi, Ini Cara dan Syarat Pendaftarannya

 


 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved