Breaking News:

Meski Dilarang Gunakan Solar Subsidi, Sopir Truk di Bengkulu Selatan Kekeh Antre di SPBU

SPBU di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai memberlakukan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 terkait pembatasan penggunaan solar subsidi.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai memberlakukan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 terkait pembatasan penggunaan solar subsidi.

Manejer SPBU 24.385.09 Tanjung Raman, Radius membenarkan jika pemberlakukan terhadap pembatasan penggunaan bio solar atau solar subsidi sudah dilaksanakan sejak kemarin, Senin (11/7/2022).

"Kalau SPBU kita mulai dari kemarin sudah dilakukan pelarangan mengisi kendaraan sesuai dengan aturan dari pertamina. Ada 8 jenis kendaraan yang tidak boleh membeli solar subsidi," ungkap Radius kepada TribunBengkulu.com, Selasa (12/7/2022).

Dengan penerapan aturan tersebut, banyak para sopir yang masih bersikeras agar dapat mengisi solar subsidi.

Namun pihak SPBU tetap mempedomani aturan, jangan sampai izin operasi dicabut akibat tidak mengindahkan edaran tersebut.

"Jangan sampai kita seperti SPBU yang ada di Kota Bengkulu, akibat tidak mengindahkan edaran. Informasi kita terima, sekarang dilakukan pencabutan oleh pertamina," jelas Radius.

Pantauan TribunBengkulu.com di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan, seperti SPBU yang ada di Jalan Kolonel Barlian, juga mulai menerapkan hal sama. Tidak melayani pembelian solar subsidi untuk truk.

Hingga pukul 09.34 WIB para sopir dump truk masih kekeh antre kendaraan. Namun, pihak operator SPBU pun tetap tidak melayani pembelian.

Sopir truk, Topa (39) merasa sangat dirugikan akibat aturan pembatasan pembelian solar subsidi ini. Terpaksa jika menggunakan dexlite, maka tarif angkutan akan dinaikan nantinya.

"Kami sebagai sopir sangat merasa dirugikan. Selama ini kan kami mengisi bio solar pak, dengan keluar aturan ini kami diwajibkan mengisi dexlite. Otomatis kami harus menaikan juga tarif angkutan nantinya," beber Topa.

Atas pembatasan pembelian BBM subsidi ini seluruh sopir truk yang ada di Bengkulu Selatan akan berkumpul untuk membahas solusi dengan penerapan pembatasan pembelian BBM solar subsidi.

"Kumpul dulu intinya. Belum tahu akan demo atau bagaimana nanti, pokoknya akan dibahas," ucap sopir truk.

Dari surat edaran yang dikeluarkan Kementerian ESDM-RI No.3.E/EK.05/DJE.B/2022, No.4.E/MB.01/DJB.S/2022 dan Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Pembatasan Penggunaan Solar Bersubsidi, ada 8 kendaraan yang dilarang menggunakan, sebagai berikut

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved