Sidang Dana BOS Seluma

Sidang Dana BOS Seluma, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Seluma Emzaili Hambali Dituntut 1,5 Tahun

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Seluma Emzaili Hambali dituntut 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Sidang dugaan korupsi dana BOS Seluma dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Bengkulu. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Seluma Emzaili Hambali dituntut 1 tahun 6 bulan, Selasa (12/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Mantan Kepala Dinas Pendidikan Seluma Emzaili Hambali dituntut 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara pada sidang sidang dugaan korupsi dana BOS Seluma.

Sidang dugaan korupsi Dana BOS Seluma dengan agenda tuntutan dibacakan JPU Kejati Bengkulu di Pengadilan Negeri Bengkulu dengan Ketua Majelis Hakim Dicky Wahyudi Susanto, Selasa (12/7/2022).

Selain itu, terdakwa sidang dugaan korupsi Dana BOS Seluma Emzaili juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 582 juta.

JPU dari Kejati Bengkulu, Dewi Kemalasari kepada TribunBengkulu.com mengatakan ada beberapa faktor yang memberatkan tuntutan ini.

"Dia sebagai PNS, sudah ada aturan tidak boleh (korupsi), dia masih mengerjakan," kata Dewi.

Sementara, menantu Emzaili, Filya Yudianti Asmara jug dituntut 1 tahun penjara, dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Hal yang memberatkan Filya dalam kasus ini menurut Dewi adalah tidak terlalu kooperatif.

Hakim ketua sendiri sempat menanyakan kepada kedua terdakwa soal tuntutan JPU ini. Emzaili kemudian menjawab menyerahkan semuanya ke penasehat hukum, Sopian Siregar.

JPU sendiri dalam kasus ini fokus di dua item yang diduga di mark-up, yakni pengadaan laptop dan pengadaan alat cuci tangan.

Sejak awal, sudah ada niat jahat dari terdakwa untuk mencari keuntungan dalam pengadaan laptop dan alat cuci tangan ini.

Dalam kasus ini sendiri, negara mengalami kerugian sebesar Rp 582 juta.

Secara total, terdapat 73 Sekolah Dasar (SD) dan 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seluma yang menerima anggaran DAK Afirmasi ini.

Setiap sekolah menerima Rp 60 juta dengan total anggaran keseluruhan Rp 6,1 miliar.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved