Apkasindo Bengkulu Minta Petani Bersabar, Semua Keluhan Petani Sudah Disampaikan ke Luhut

Apkasindo Provinsi Bengkulu Jhon Simamora meminta para petani untuk tetap bersabar dalam kondisi harga TBS sawit anjlok.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Menyikapi harga TBS sawit anjlok, Sekretaris Apdesi Bengkulu Jhon Simamora meminta petani tetap bersabar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bengkulu Jhon Simamora meminta para petani untuk tetap bersabar dalam kondisi harga TBS sawit anjlok.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi para petani kelapa sawit berada di titik nadir, titik terendah.

"Untuk para petani yang ada di Provinsi Bengkulu tetap bersabar, karena tidak ada kata lain. Kalau kita mau emosi mau emosi sama siapa yang ujung-ujungnya merugikan pera petani sendiri," ujar Sekretaris Apdesi Bengkulu Jhon Simamora kepada TribunBengkulu.com menyikapi harga TBS sawit anjlok, Rabu (13/7/2022).

Bagi para petani juga diharapkan agar tetap merawat dan melakukan pemanenan TBS kelapa sawit yang sudah matang agar tidak merusak pohon kelapa sawit itu sendiri.

"Kalau tidak mampu beli pupuk pabrik pakai pupuk kandang saja yang murah, kalau upah panen mahal coba panen sendiri, karena saya sangat yakin harga TBS sawit ini cepat atau lambat akan meningkat kembali," kata Jhon.

Dalam beberapa hari yang lalu, Apkasindo Bengkulu telah melakukan pertemuan dengan beberapa menteri terkait untuk membahas persoalan harga TBS sawit ditingkat petani yang sangat rendah.

"Kita telah bertemu dengan Menko Marves Pak Luhut dan Dirjen Perkebunan untuk membahas seluruh keluhan dari para petani khusunya petani kelapa sawit Bengkulu, saat ini kita tinggal tunggu saja bagaimana solusi dari pemerintah," ungkap Jhon.

Di samping itu, Jhon sangat yakin harga TBS sawit ditingkat petani akan mengalami peningkatan, namun belum bisa dipastikan kapan hal tersebut akan terjadi.

"Kata Pak Luhut kemarin, pajak ekspor CPO akan diturunkan. Sehingga jika hal tersebut dilakukan, maka harga ditingkat petani akan menyentuh harga Rp 2 ribu," ucap Jhon.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved