Penipuan Hewan Kurban

Penipuan Hewan Kurban di Bengkulu Selatan, Pelaku Akui Uang Rp 75 Juta Dipakai Untuk Judi Online

Terduga pelaku penipuan hewan kurban di Bengkulu Selatan akui uang senilai Rp 75 juta milik 35 jemaah Masjid An-Nur dipakai untuk judi online.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Sa (43) warga Desa Manggul Pelaku penipuan hewan kurban 35 orang jamaah masjid An-Nur Bengkulu Selatan, saat sedang dimintai klarifikasi oleh penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Rabu (13/7/2022). Terduga pelaku penipuan hewan kurban di Bengkulu Selatan akui uang senilai Rp 75 juta milik 35 jemaah Masjid An-Nur dipakai untuk judi online. 

Hal itu bendahara masjid Marsito lakukan sebagai bentuk rasa tanggung jawab yang diemban olehnya.

Ketua Panitia Kurban Masjid An-Nur Bengkulu Selatan, M. Djalil, membenarkan jika bendahara mengganti satu ekor sapi kurban.

"Iya benar, tidak sama sekali kami menyuruh atau meminta. Tapi memang keinginan bapak bendahara sendiri yang mau. Padahal ini sudah kami katakan, ini adalah sebuah musibah," ungkap Djalil kepada TribunBengkulu.com, Minggu (10/7/2022).

Bendahara masjid juga berjanji akan mencari pelaku yang telah membawa kabur uang 35 jemaah sehingga menyebabkan jemaah gagal bekurban.

Sementara itu, jemaah Masjid An-Nur yang gagal bekurban hanya menginginkan uang mereka kembali.

Sebelumnya atau tahun lalu memang sapi kurban berasal dari Sa (43) warga Desa Manggul Kecamatan Manna.

Karena sudah percaya pihaknya kembali mempercayai membeli hewan kurban dengan pelaku.

Sebulan sebelum hari raya kurban, panitia kurban telah melihat sapi yang akan di jadikan kurban.

Ternyata sapi yang ditunjukan pelaku bukan hewan kurban miliknya.

Padahal, pengurus masjid sudah enam kali memberikan uang sampai dengan lunas seharga hewan kurban sesuai janji terhadap pelaku.

Pertama diberikan sebesar Rp 2,5 juta, selanjutnya Rp 12,5 juta dan sebanyak empat kali sebesar Rp 15 juta dengan total Rp 75 juta.

Setelah itu, berjarak enam hari sebelum kurban, panitia kembali ke rumah pelaku untuk memastikan ternak yang dibeli.

Namun, nyatanya pelaku sudah tidak ada lagi di rumahnya.

Saat ditanya ke pihak keluarga ternyata pihak keluarga pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Sa.

Kasus ini pun sudah dilaporkan ke polisi.

Namun sebelum melapor, pengurus masjid sudah beberapa kali menghubungi terlapor namun nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi.

Tidak hanya itu, mediasi juga sudah dilakukan namun juga tidak membuahkan hasil.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved