Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah

Orangtua Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah Ngadu ke Ombudsman, Hendra: Sudah 4 Laporan 

Tak juga mendapatkan solusi, orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah saat PPDB SMA Bengkulu 2022 jalur zonasi mendatangi Ombudsman.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah mendatangi kantor Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Kamis (14/7/2022). Kedatangan para orangtua ini disambut Asisten Penerimaan dan Verifikasi Laporan, Hendra Irawan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tak juga mendapatkan solusi, orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah saat PPDB SMA Bengkulu 2022 jalur zonasi mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Kamis (14/7/2022).

Kedatangan orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah ini diterima langsung Asisten Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI Kantor Perwakilan Bengkulu, Hendra Irawan.

Menanggapi kedatangan sejumlah wali murid ini, Hendra memastikan jika laporan orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah ini akan segera ditindaklanjuti.

Apalagi, ini bukan laporan pertama yang mereka terima terkait permasalahan siswa tak dapat sekolah dikarenakan sistem zonasi.

"Kita sudah terima 4 laporan, dan masalah semuanya sama. Masyarakat yang tidak dapat sekolah setelah proses zonasi ini. Ya karena itu makanya sekalian laporan dari bapak ibu ini kita kumpulkan semua. Kita registrasi semua, nanti ini jadi bahan, pengawasan kita juga," beber Hendra.

Hampir di setiap tahunnya sejak diberlakukan sistem zonasi, permasalahan siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah namun gagal masuk sekolah yang dituju, selalu ada.

Bahkan, kata Hendra ada siswa yang lokasi rumah lebih jauh malah diterima di sekolah tersebut.

Hal itu juga tengah dialami oleh anak-anak wali murid yang mendatangi Ombudsman siang tadi.

"Kan dikbud provinsi nanti kasih solusi. Kita pastikan yang lapor ini mendapatkan solusi. Kita juga akan menelusuri titik masalahnya di mana. Kok setiap tahun itu terulang seperti ini. Ini jadi bahan kita untuk PPDB ke depan. Supaya tidak, terjadi lagi," jelas Hendra.

Sudah menjadi masalah klasik, lanjut Hendra, mengingat penyebaran sekolah juga tidak merata sehingga zonasi pun menumpuk, seperti SMAN 2 Kota Bengkulu dan SMAN 5 Kota Bengkulu yang lokasinya berdekatan.

Sementara di Kota Bengkulu juga ada daerah yang jauh dari sekolah.

"Solusi bagaimana yang lokasi rumah jauh dari zonasi sekolah, harus itu juga menjadi bahan evaluasi dari Dinas. Untuk menentukan apakah komposisi zonasi ditambah," ucap Hendra.

"Sebenarnya di Permen Dikbud nomor 1 tahun 2021 memungkinkan untuk menambah formasi zonasi. Kan minimal 50. Berarti kan bisa lebih dari itu, bisa saja 70, 80. Nah ini seharusnya jadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali," terang Hendra.

Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu pun berjanji segera menindaklanjuti laporan siswa yang belum mendapatkan sekolah.

"Yang jelas kita akan sampaikan ke dinas. Tolong berikan solusi kepada mereka yang tidak mendapat sekolah. Jangan sampai mereka terkorban dengan sistem ini. Dan akhirnya mereka tidak bersekolah. Intinya ini harus dikasih solusi, jangan sampai mereka tidak bersekolah," kata Hendra.

Baca juga: Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah, Wali Murid Datangi Dikbud: Belum Juga Ada Solusi

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN di PT POS Indonesia, untuk Tamatan D3/S1 Posisi yang Dibutuhkan Menjanjikan

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN di PT ANTAM, untuk Tamatan SMA hingga Jadi Sebagai Staff Operator Produksi

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved