Pencurian Besi Tower SUTET di Rejang Lebong, Polisi Buru Pelaku Lainnya

Penyidikan kasus pencurian besi tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Rejang Lebong masih berlanjut. 

Panji/TribunBengkulu.com
Tersangka pencurian besi tower SUTET di Rejang Lebong FE (20) saat diwawancara dalam Konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, Kamis (14/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Penyidikan kasus pencurian besi tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Rejang Lebong masih berlanjut. 

Polisi juga mendalami keterangan dari tersangka pencurian besi tower SUTET di Rejang Lebong, ayah muda berinisial FE warga Kecamatan Binduriang yang sebelumnya sudah diamankan. 

Dari barang bukti kasus pencurian besi tower SUTET yang cukup banyak ini sekitar 40 batang besi sutet dengan berat 100 kilogram, polisi mencurigai pelaku tak beraksi sendirian. 

"Dalam aksi pencurian ini kami mencurigai FE tak beraksi sendirian. Untuk membawa barang curian ini tersangka tak sendiri, saat ini kami masih mendalami keterangan FE," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding, Iptu Tomy Sahri kepada TribunBengkulu.com, Kamis (14/7/2022). 

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, FE (20) dirinya sudah 2 kali terlibat aksi pencurian besi tower SUTET di Rejang Lebong

Tersangka yang berprofesi sebagai petani ini, mengaku uang hasil bertani tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ia pun terpaksa mencuri besi tower SUTET.

"Tekanan keluarga bang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar FE saat konferensi pers sejumlah tangkapan di Polres Rejang Lebong, Rabu (13/7/2022). 

Pengakuan FE ia hanya mendapatkan bagian upah sebesar Rp 150.000. "Saya diajak bang, jadi dapatnya segitu untuk 1 tower," ucapnya. 

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan, mengatakan selain mengamankan FE, pihaknya juga mengamankan penadah barang curian ini berinisial AL (42) warga Kecamatan Padang Ulak Tanding. 

Di rumah pelaku polisi menemukan 40 batang besi tower sutet dengan berat 100 kilogram, yang dibeli dari FE dengan harga Rp 400.000.

Tersangka FE dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 tentang pencurian dengan pemberatan, dan terancam 7 tahun penjara. 

Untuk pelaku AL disangkakan pasal 480 KUHP tentang penadah barang curian, dan terancam 4 tahun penjara. 

Sementara itu, kata Kapolsek Padang Ulak Tanding, Iptu Tomy Sahri, dari perbuatan komplotan FE ini mengancam putusnya suplai listrik di Provinsi Bengkulu hingga Sumatera Selatan. 

"Saat kami konfirmasi dengan pihak PLN jika batang penyangga ini tidak segera diatasi akan mengakibatkan aliran listrik antar provinsi ini putus," tuturnya. 

Dalam aksinya FE tidak sendirian, dia berkomplotan dan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Selain mengamankan batangan besi sutet aparat juga mengamankan, 1 unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk membawa barang curiannya. 

"Mereka menggunakan air keras dicampur cuka, untuk mengkendorkan baut-baut besi, lalu mengumpulkan besi-besi ini dan dibawa dengan sepeda motor," ungkapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved