Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah

Perjuangan Orangtua Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah: Bolak Balik Dikbud Tinggalkan Lapak Pencarian

Hingga sekolah dimulai dengan masa pengenalan sekolah, sejumlah siswa Bengkulu tak dapat sekolah.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Sejumlah orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah mendatangi kantor Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Kamis (14/7/2022). Suasana saat orangtua menunggu solusi dari pihak dikbud. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Masuk sekolah mengenakan seragam putih abu-abu menjadi kebahagian tersendiri bagi siswa SMP baru lulus. Namun hal itu belum dirasakan siswa Bengkulu tak dapat sekolah saat PPDB SMA Bengkulu 2022.

Hingga sekolah dimulai dengan masa pengenalan sekolah, sejumlah siswa Bengkulu tak dapat sekolah.

Orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah ini pun tak tinggal diam ketika melihat buah hatinya terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

Mulai dari mendatangi sekolah langsung hingga bolak balik ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk mendapatkan solusi.

Salah satu orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah Samosir, mengungkapkan sudah 10 hari ini dia harus mondar mandir, bolak balik mendatangi sekolah ataupun Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu memastikan agar sang putri bisa mendapatkan sekolah.

Sementara sang anak sudah gusar melihat teman-temannya mulai bersekolah.

Mirisnya, hingga Kamis siang (14/7/2022) ini mereka pun masih harus menunggu lagi. Belum lagi denga bolak balik ke dikbud ia harus meninggalkan lapak pencariannya.

"Kita kan juru parkir, jadi tidak bisa ditinggal lama lama. Kami kan parkir tidak parkir harus menyetorkan Rp 70 ribu per hari. Inikan nggak bisa ditinggal. Apalagi Prapto (Jalan Suprapto), tidak seramai dulu," bebernya.

Ia pun berharap agar ada solusi dari Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu. "Jadi kita bolak balik, satu tetap kerja jadi juru parkir. Disamping dampingi anak cari sekolah ini," kata Samosir.

Hal sama dialami oleh Ani, yang kesehariannya berjualan aneka es di Anggut Atas. Namun sudah sekitar 10 hari ini Ani tak berjualan. Sejak nama anaknya tersingkir dari daftar siswa masuk di SMA Negeri 2 Bengkulu.

Padahal pendapatan hariannya bergantung pada hasil penjualan minuman.

"Kami kan jualan, kalau terus mondar mandir ya nggak dapat duit. Bagaimana kami makan. Suami juga kerja serabutan," keluh Ani.

Dia berharap permasalahan sekolah ini dapat segera selesai. Anak perempuan satu-satunya ini bisa masuk sekolah negeri yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.

"SMA 6, SMA 1 yang mana saja lah. Yang penting dapat sekolah. Asal jangan jauh nian jaraknya. Kan anak gadis, kalau sampai sekolah di Benteng (Bengkulu Tengah, red) kan, bagaimana berangkat pulangnya, " ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Perbolehkan Truk Sawit Antre Solar Bersubsidi Meskipun SE Kementrian ESDM Melarang

Baca juga: PT. Tri Adi Bersama Buka Lowongan Kerja Gaji Rp 5 Juta, Penempatan Bengkulu Bisa Tamatan SMA

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, Cek Daftar Lengkap Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Bengkulu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved