Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah

Siswa Bengkulu Tak Dapat Sekolah Sampai Buang Seragam, Orangtua: Anak Jadi Pemurung dan Minder

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Namun masih saja ada siswa Bengkulu tak dapat sekolah pada saat seleksi PPDB SMA Bengkulu 2022 jalur zonasi

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah saat seleksi PPDB SMA Bengkulu 2022 jalur zonasi mendatangi Dikbud Provinsi Bengkulu, Kamis (14/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tahun ajaran baru sudah dimulai. Namun masih saja ada siswa Bengkulu tak dapat sekolah pada saat seleksi PPDB SMA Bengkulu 2022 jalur zonasi.

Sejumlah wali siswa Bengkulu tak dapat sekolah hingga tahun ajaran dimulai lalu mendatangai kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Kamis (14/7/2022).

Orangtua siswa Bengkulu tak dapat sekolah, Mariani, menceritakan anak perempuannya menjadi pendiam. Bahkan mengunci diri di kamar karena sampai sekolah dimulai sang anak belum belum juga mendapatkan sekolah.

"Dio (Dia) jadi murung, sejak tanggal 4 Juli. Yang namanya hilang didaftar komputer. Awalnya tanggal 3 dinomor 67 an. Pas hari keempat siang nya masih di nomor 90. Sorenya hilang namanya. Padahal di Jalan merawan ini. Kakaknya juga lulusan SMA 2 juga," ungkap Mariani, salah satu wali siswa Bengkulu tak dapat sekolah hingga hari ini, Kamis (14/7/2022).

Mariani merasa bingung dengan sistem Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Bengkulu 2022. Di awal pendaftaran kemarin melalui jalur zonasi juga sulit.  Lalu saat berhasil mendaftar dengan jalur zonasi malah tersingkir.

"Dia jadi minder, sampai baju seragamnya dibuang. Kata anak saya mulai tanggal 5 Juli, kawan kawan sudah mos. Kalau orang itu sudah sekolah. Anak minder, balik ke rumah kita sedih lihatnya, pas di sini (kantor dikbud) kita dibuat pening (pusing, red). Tanpa kejelasan, kan nggak selesai-selesai," bebernya.

Senada dengan itu, juga disampaikan Samosir, wali murid yang hendak mendaftarkan anaknya sekolah. Ia menjelaskan nilai anaknya rata-rata 91 di sekolahnya yang lama SMPN 13 Kota Bengkulu.

Akan tetapi ia juga tersisihkan dari seleksi PPDB SMA Bengkulu 2022. Baik dari jalur prestasi maupun jalur zonasi.

"Dia ini juara umum, nilai bagus. Jalur prestasi malah tercempak (terbuang/tersingkirkan, red)). Jalur zonasi juga, nah kita ini bingung mau ke mana. Hak sekolah itu wajib untuk anak, " ucapnya.

Sementara itu saat TribunBengkulu.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat, terkait persoalan siswa Bengkulu tak dapat sekolah ini, ia tidak ada di Kantor Dikbud Provinsi Bengkulu.

Saat dihubungi melalui telepon maupun WA belum mendapatkan jawaban. Sementara Kabid SMA Dikbud Provinsi Bengkulu, juga belum dapat ditemui hingga siang ini.

Baca juga: Jemaah Haji Bengkulu Tiba di Tanah Air 21-22 Juli 2022, Jemaah Sehat dan Dipastikan Tak Dikarantina

Baca juga: Mobil Pribadi Ingin Beli BBM Subsidi? Harus Daftar Dulu ke subsiditepat.mypertamina.id

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved