Eks Jemaah Islamiyah di Bengkulu Ditawari Jadi Ojol oleh Gubernur Rohidin, DP Motor dan SIM Dibantu

10 anggota eks Jemaah Islamiyah (JI) di Bengkulu ditawari jadi ojek online (ojol) oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat hadir pelepasan baiat dan ikrar setia ke NKRI di aula Kanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (14/7/2022). Rohidin menawarkan bantuan kepada eks JI jika ingin jadi ojol. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - 10 anggota eks Jemaah Islamiyah (JI) di Bengkulu ditawari jadi ojek online (ojol) oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Bahkan, Rohidin menawarkan Pemprov Bengkulu akan membantu dalam pembelian motor dalam bentuk uang muka atau DP kepada eks Jemaah Islamiyah di Bengkulu.

Nantinya, jika setuju, anggota eks Jemaah Islamiyah di Bengkulu ini hanya meneruskan pembayaran setiap bulan dari hasil menarik ojol. 

"Kalau belum punya SIM, kita buat SIM gratis. Kita biayai pembuatan SIM-nya," kata Rohidin.

Uang muka atau DP motor ini, lanjut Rohidin, ditawarkan di harga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Dengan demikian, angsuran per bulan tidak terlalu tinggi.

Dengan menarik ojol ini, para eks JI bisa mendapatkan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, per hari.

"Baru nanti sambil berjalan, biasanya rezeki, pikiran-pikiran lain akan terbuka sendirinya," kata Rohidin.

Tawaran ini diberikan Rohidin sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada eks anggota JI yang telah melepas baiat dan melakukan ikrar setia ke NKRI di aula Kanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Breaking News: Pesawat Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia ke Bengkulu, Delay

Baca juga: Penduduk Miskin Bengkulu Bertambah 5,4 Ribu, Apakah Dampak Anjloknya Harga Sawit, Ini Penjelasan BPS

Seperti diketahui, 3 orang tersangka terduga teroris di Bengkulu, CA, M, dan RH melakukan pelepasan baiat dan ikrar setia ke NKRI, Kamis (14/7/2022).

3 orang tersangka terduga teroris ini melakukan pelepasan baiat dan ikrar setia bersama 10 orang lainnya, yang terafiliasi ke organisasi terlarang, namun belum ditangkap Densus 88.

Prosesi pelepasan baiat ini dilakukan dengan membacakan Pancasila. Kemudian, mengucapkan ikrar setia ke NKRI.

Kasatgaswil Bengkulu Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Imam Subandi mengatakan, selain 3 orang terduga teroris yang sebelumnya ditangkap dan ditetapkan tersangka, 10 lainnya merupakan orang-orang yang sering ikut pengajian atau terafiliasi dengan organisasi terlarang.

"Intinya, mereka kelompok-kelompok yang tidak atau ditangkap, tapi mereka sudah menyadari, dan meninggalkan ajaran yang terlalu keras, yang bertentangan dengan kebangsaan kita, sehingga mengancam rumah besar NKRI ini," kata Imam Subandi kepada TribunBengkulu.com.

Adanya ikrar setia ini, kata Imam, juga membuktikan bahwa pendekatan penanggulangan terorisme tak selalu dengan peluru dan senjata.

Densus juga melakukan pendekatan dengan kata-kata dan sikap merangkul kelompok-kelompok yang terafiliasi ini.

"Dan menjadikan mereka justru sadar," kata dia.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved