Investasi Bodong

Tertipu Investasi Bodong Hingga Rp 320 Juta, Warga Bengkulu Selatan Laporkan Perangkat Desa

Nisra Awati (45) warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino, melaporkan saudara ED (30) ke Mapolres Bengkulu Selatan atas dugaan penipuan dan pengelapan.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah. Warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino Nisra Awati (45), melaporkan saudara ED (30) ke Mapolres Bengkulu Selatan atas dugaan penipuan dan pengelapan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.Com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Nisra Awati (45) warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino, melaporkan saudara ED (30) ke Mapolres Bengkulu Selatan atas dugaan penipuan dan pengelapan oleh oknum perangkat desa setempat.

Nisra diduga tertipu investasi bodong dengan kerugian hingga ratusan juta rupiah sejak tahun lalu.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah membenarkan telah menerima laporan atas dugaan penipuan investasi bodong itu.

Baca juga: Polisi Tangkap Bandar Arisan Online Senilai Rp 3 Miliar, Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

"Laporan tersebut sudah kita terima, korban sudah dimintai keterangan. Tinggal pemeriksaan terlapor maupun saksi-saksi," kata Dodi Kepada TribunBengkulu.com, Jum'at (15/7/2022).

Terlapor merupakan salah seorang pegawai pemerintah ditingkat Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan.

Menurutnya, kejadian ini terjadi pada tahun 2021, tetapi, korban baru melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, akibat uang yang diberikannya tak kunjung kembali.

Baca juga: Bos Arisan Online di Rejang Lebong Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 23 Tahun Penjara

Dari keterangan korban saat diperiksa, uang dengan nilai keseluruhan Rp 320 juta diberikan sebanyak 10 kali kepada terlapor.

Namun, uang korban hanya dikembali sebanyak dua kali dengan nilai Rp 15 juta dan Rp 30 juta.

Setelah itu, terlapor tidak mengembalikan uang korban sampai dengan saat ini.

Baca juga: Larikan Uang Arisan Online, Warga Curup Dilaporkan ke Polda Bengkulu, Kerugian Rp 3 Miliar

Sebelum melaporkan, korban sudah berbagai cara menginginkan uang kembali.

Korban juga pernah melakukan mediasi, tetapi usahan tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Polisi Telusuri Aliran Dana Arisan Online di Rejang Lebong, Ada Transaksi Transfer ke Rekening Suami

Memang saat sebelum memberikan uang dengan jumlah pantastis tersebut. Korban tergiur dari tipu bujuk dan rayu telapor akan mendapatkan bonus serta uang yang diberikan tidak berkurang.

Karena tergiur, korban terus menambah uang yang diberikan kepada terlapor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved