Korupsi Replanting Sawit

BREAKING NEWS: Kejati Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Replanting Sawit di Bengkulu Utara

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menetapkan 4 tersangka dalam kasus korupsi kegiatan replanting sawit di Kabupaten Bengkulu Utara.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kajati Bengkulu, Heri Jerman membenarkan penetapan dan penahanan 4 tersangka kasus korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara, saat ditemui usai peringatan hari Bhakti Adhiyaksa yang ke-62, Sabtu (16/7/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menetapkan 4 tersangka dalam kasus korupsi kegiatan replanting sawit di Kabupaten Bengkulu Utara.

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu mengamankan 4 orang tersangka kasus korupsi replanting tahun 2019-2020 dengan anggaran Rp 150 miliar.

Penyidik Kejati Bengkulu melakukan penetapan tersangka terhadap 4 orang tersebut, pada Sabtu (16/7/2022) dinihari pukul 02:00 WIB dan dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Kepala Kejati Bengkulu, Heri Jerman membenarkan penetapan dan penahanan keempat tersangka saat ditemui usai peringatan hari Bhakti Adhiyaksa yang ke-62, Sabtu (16/7/2022).

Penyidik Kejati Bengkulu
Penyidik Kejati Bengkulu melakukan penetapan tersangka terhadap 4 orang tersebut, pada Sabtu (16/7/2022) dinihari pukul 02:00 WIB dan dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Namun, Kajati Bengkulu masih belum ingin membeberkan siapa saja keempat orang yang telah ditetapkan tersangka ini.

"Benar sudah kita tetapkan tersangka ada 4 orang dan sudah ditahan. Nanti lengkapnya hari kamis akan kita sampaikan," ujar Heri Jerman kepada TribunBengkulu.com.

Program replanting sawit ini merupakan program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam anggaran tahun 2019 - 2020 sebesar Rp 150 miliar.

Ratusan kelompok tani yang masuk dalam program replanting tersebut dan setiap kelompok memiliki anggota kurang lebih 100 orang.

Akhirnya pihak Kejati Bengkulu, menemukan adanya penerima yang tidak sesuai peruntukan.

Ditemukan juga adanya pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penerimaan dalam program tersebut.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved