Menteri Malaysia ke Bengkulu

Harga Sawit di Malaysia Stabil, Ini Tips Menteri Malaysia Stabilkan Harga Sawit Saat ke Bengkulu

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Negara Malaysia saat ini masih stabil di harga 880 ringgit atau senilai Rp 3.000 - Rp 3.500 perkilogram.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Penyerahan cendramata dari kemeterian Malaysia ke Gubernur Bengkulu usai pertemuan antara Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Hajjah Zuraida Kamaruddin dengan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Negara Malaysia saat ini masih stabil di harga 880 ringgit atau senilai Rp 3.000 - Rp 3.500 perkilogram.

Sangat jauh berbeda dengan harga TBS sawit di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu, hingga saat hanya Rp 1.120 - Rp 1.130 perkilogram pada tingkat pabrik.

Baca juga: BREAKING NEWS : Menteri Malaysia Bahas Kerjasama Sawit, Karet dan Kayu Dengan Pemprov Bengkulu

Stabilnya harga TBS sawit di Malaysia tersebut, dibenarkan oleh Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Zuraida Kamaruddin.

Usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan jajarannya, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (16/7/2022).

"Ya harga sawit di Malaysia saat ini masih bagus," kata Zuraida dalam keterangannya yang TribunBengkulu.com terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia untuk menstabilkan harga TBS sawit yaitu dengan tidak terlalu tergantung kepada produksi Crude Palm Oil (CPO).

Baca juga: Harga TBS Sawit Naik Lagi di Bengkulu Tengah, Petani Masih Mogok Tunda Panen Sawit

Hal ini juga bisa diterapkan di Provinsi Bengkulu, untuk mendapatkan harga terbaik TBS sawit agar bisa stabil kembali.

Misalnya dengan membuat perusahaan manufaktur dari sektor hilirisasi kelapa sawit yang belum ada di Provinsi Bengkulu.

"Membuat manufaktur bahan iliran, value ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan hanya mengandalkan CPO saja," kata Zuraida.

Baca juga: Menteri Perladangan dan Komuditi Malaysia Lirik Potensi Sawit dan Karet Bengkulu

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebutkan ini merupakan pertemuan awal antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Negara Malaysia.

Nanti akan ada badan usaha dari negara Malaysia yang akan bekerjasama dengan Badan Usah Milik Daerah (BUMD) milik Provinsi Bengkulu.

"Nanti mereka akan mendirikan bentuk industri bersama, mungkin seperti pabrik pengelolaan pohon sawit seperti itu," ujar Rohidin.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved