Santri Baru Ponpes Darussalam Kepahiang

Haru, Tangis Perpisahan Ratusan Santri Baru dan Orang Tua Tumpah di Ponpes Darussalam Kepahiang

Perpisahan ratusan Santri baru dan orang tua di Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang, diwarnai isak tangis, pada Sabtu (16/7/2022).

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Maychelia Febriani dan Rosanaili berpelukan sembari meneteskan air mata, sebelum masuk ke dalam asrama putri Pondok Pesantren Modern Darussalam, pada Sabtu (16/7/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Perpisahan ratusan santri baru dan orang tua di Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang, diwarnai isak tangis, pada Sabtu (16/7/2022).

Salah satunya dirasakan, Maychelia Febriani (12) seorang Santriwati asal warga Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel, yang baru masuk ke pondok pesantren Darussalam Kabupaten Kepahiang.

Ia diantar oleh keluarganya ke dalam asrama putri, saat di pintu gerbang pintu masuk, dirinya dan keluarga tak mampu menahan tangis.

Baca juga: Menteri Malaysia Tertarik Kelola Limbah Pohon Sawit di Bengkulu Untuk Dijadikan Bahan Baku Furniture

Barang-barang kebutuhannya secara bergantian dibawa masuk, berpelukan dan mengusap air mata dilakukan berulang-ulang oleh keluarganya

"Takut pisah sama ayah, ibu dan nenek. Selama ini belum pernah pisah," ujarnya sembari meneteskan air mata.

Maychelia Febriani, masuk ke Pondok Pesantren tingkat SMP.

Nenek Maychelia Febriani yang bernama Rosnaili masih berberat hati untuk melepaskan sang cucu pertamanya ini.

"Sedih harus pisah sama cucu. Saya khawatir, takut sakit asma cucu kambuh," ucapnya.

Baca juga: Viral, Kakak Beradik di Bengkulu Lulus Bintara Polri, Berikut Kisah Perjuangannya

Cucunya ini, memang tidak ada meminta untuk masuk Pondok pesantren, namun sebelum suaminya atau kakek dari cucunya ini memiliki pesan terakhir.

"Suami aku sebelum meninggal 6 bulan lalu, berpesan kepada keluarga untuk cucunya ini, masuk pondok pesantren," tuturnya.

Ketua Yayasan Darussalam Saukani mengatakan, pada tahun ini ada 415 santri dan santriwati yang masuk ke pondok pesantren.

Baca juga: Pemprov Buka Peluang Malaysia Kelola Sawit di Bengkulu saat Kunjungan Menteri Malaysia

Untuk jumlah seluruh ada 1.800 santri dan santriwati setingkat SD hingga SMA.

Menurutnya, tangisan orang tua saat menitip anak menjadi santri lebih baik dari pada, nanti merintih karena anak tak terkendali tanpa budi pekerti.

Membekali anak dengan ilmu agama menyelamatka orang tua dari api neraka.

"Setiap santri di sini memiliki banyak kegiatan selama di dalam pondok, dan nanti akan bertemu keluarganya setiap 2 bulan sekali," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved