Menteri Malaysia ke Bengkulu

Menteri Malaysia Tertarik Kelola Limbah Pohon Sawit di Bengkulu Untuk Dijadikan Bahan Baku Furniture

Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Zuraida Kamaruddin tertarik untuk mengelola limbah pohon sawit di Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Penyerahan cindera mata usai pertemuan antara Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Hajjah Zuraida Kamaruddin dengan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, di Balai Raya Semarak Sabtu (17/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Zuraida Kamaruddin tertarik untuk mengelola limbah pohon sawit di Bengkulu.

Apalagi setelah mendapat penjabaran dari Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah bahwa limbah pohon sawit di Bengkulu masih belum ada pengelolaannya.

Baca juga: Harga Sawit di Malaysia Stabil, Ini Tips Menteri Malaysia Stabilkan Harga Sawit Saat ke Bengkulu

Bahkan banyak yang dibiarkan saja oleh masyarakat sampai membusuk dan menjadi pupuk alami bagi tanah.

"Kita lihat, kita dapat memanfaatkan batang-batang sawit yang sudah tua dan tidak dipakai lagi," kata Zuraida.

Padahal menurut Zuraidah, potensi pengelolaan pohon sawit ini sangat bagus untuk dikelola.

Baca juga: BREAKING NEWS : Menteri Malaysia Bahas Kerjasama Sawit, Karet dan Kayu Dengan Pemprov Bengkulu

Mereka tertarik karena saat ini Malaysia justru kekurangan bahan baku untuk memproduksi baku furniture dari limbah pohon sawit ini.

"Saat ini Malaysia memiliki teknologi untuk memanfaatkan limbah pohon sawit agar bisa dikelola menjadi bahan-bahan furniture, playwood dan lain-lain," ujar Zuraida.

Selain itu dengan memanfaatkan limbah pohon sawit ini, juga bermanfaat untuk mencegah adanya potensi kebakaran lahan.

Baca juga: Menteri Perladangan dan Komuditi Malaysia Lirik Potensi Sawit dan Karet Bengkulu

Karena dari informasi yang ia terima masih ada masyarakat yang memusnahkan limbah pohon sawit yang sudah tua ini dengan cara dibakar.

"Jika pembakaran pohon sawit masih dikakukan maka akan menyebabkan adanya polusi udara," kata Zuraida.

Maka, jika limbah pohon sawit ini dikelola, akan memiliki banyak manfaat bagi bagi Bengkulu maupun Malaysia.

"Merupakan suatu hal yang sangat baik untuk alam sekitar, untuk ekonomi, dan hubungan bilateral antara Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu," ujar Zuraida.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved