Catatan Redaksi: Menanti Harga TBS Sawit Rp 3000/Kilogram
Berat sekali bergeser di angka yang pantas. Sawit-sawit petani yang ditarik pengepul masih berada di angka ratusan rupiah,
SEJAK pemerintah memacu keran ekspor dan yang terbaru memberikan kelonggaran pada ekpsportir sawit untuk tak dikenakan pungutan ekspor, harga TBS Sawit di petani tak kunjung membaik.
Berat sekali bergeser di angka yang pantas. Sawit-sawit petani yang ditarik pengepul masih berada di angka ratusan rupiah, karena PKS masih menerima TBS paling tinggi Rp 1300.
Padahal jika merujuk dari harga acuan ekspor CPO Kementerian Perdagangan, dengan sudah adanya penghapusan pungutan ekspor, harga TBS Sawit idealnya bisa di angka Rp 2700 per kilogram.
Tak usahlah pula merujuk pada harga eskpor CPO Kementerian Perdagangan, merujuk saja sesuai dari aturan Kementrian Pertanian di tender CPO PT KPBN.
Hari ini harga CPO sudah ada yang mencapai Rp 9250 per kilogram. Dengan asumsi ini pakai hitung-hitungan biasa harusnya mungkin harga TBS sudah bisa Rp 1800 di PKS (asumsi rendemen 20 persen).
Baca juga: Petani Sawit di Bengkulu Menjerit, Harga TBS Sawit Anjlok Harga Pupuk Naik Capai Rp 850 Ribu Per Sak
Namun, jangankan Rp 1800 atau lebih lagi Rp 2700, angka Rp 1600 per kilogram TBS yang diamanatkan pemerintah pun belum juga kunjung terealiasasi. Kita jadi bertanya-tanya, apalagi masalanya saat ini?
Begitu banyak pula aturan-aturan dan rujukan untuk perkara sawit ini. Sampai kita pun bingung, mana sebenarnya yang dipakai.
Sementara petani sawit yang jumlahnya 2,7 juta kepala keluarga ini sudah sangat terdesak. Belum lagi orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada sekotor sawit jumlahnya juga jutaan dan mungkin 3 kali lipat.
Petani sudah semakin terjepit saat ini. Jika para cukong-cukong sudah mendapatkan kelonggaran, para petani belum ada juga. Para petani jadi pihak yang paling dirugikan dari sengkrawut ini.
PKS-PKS masih beralasan tangki-tangki CPOnya penuh dan belum juga mau membeli TBS dengan harga yang bagus. Dera ini makin kuat bagi petani-petani swadaya yang sama sekali sangat kecil posisi tawarnya.
Belum selesai perkara ini ada pula tuntutan dari pemerintah daerah penghasil sawit. Para kepala daerah di hadapan Mentri Luhut Binsar Panjaitan meminta pungutan Rp 25 per Kilogram TBS.
Waduh, ini mau tidak mau bakal membebani petani.
Mungkin maksudnya tidak membebani petani tapi para pabrik PKS, namun pastilah itu akan berdampak pada petani.
Apalagi wacana ini mencuat saat harga TBS sawit sedang sangat pahit. Mungkin lain cerita jika saat sedang harga bagus.
Kita nantikan saja dulu, apakah jurus, formulasi dan strategi dari pemerintah untuk mendongkrak cepat harga sawit ini terealisasi. Mudah-mudahan bisa sampai Rp 3000 per kilogram, harga itulah yang selalu kita nantikan. Kabarnya harga itu adalah harga yang dirasakan kawan-kawan petani sawit teman kita di Malaysia. Semoga petani Indonesia juga bisa berjaya, tak melulu merana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/TBS-SAWIT-13-JULI.jpg)