LSM Terjaring OTT

Kronologis Penangkapan 2 Oknum LSM di Lebong, Ancam Pihak Perusahaan dan Peras Rp 5 Juta

Keduanya yang merupakan oknum LSM di Lebong tersebut diamankan polisi lataran diduga melakukan pemerasan terhadap PT Surya Mataram Sakti (SMS)

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Penyidik Satreskrim Polres Lebong, sedang melakukan pemeriksaan terhadap Oknum LSM yang diduga memeras PT SMS, pada Senin (19/7/2022) malam. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Kronologi dua orang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Lebong, pada Senin (18/7/2022) sore.

Keduanya yang merupakan oknum LSM di Lebong tersebut diamankan polisi lataran diduga melakukan pemerasan terhadap PT Surya Mataram Sakti (SMS), subcon PT. Ketahun Hidro Energi (KHE).

Baca juga: Oknum LSM Terjaring OTT di Lebong, Diduga Peras PT SMS Rp 5 Juta, 2 Oknum LSM Diamankan

Kedua pelaku yang berinisial AM (37) warga Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan dan SP (47) warga Kelurahan Taba Anyar Kecamatan Lebong Selatan diciduk usai melakukan pemerasan dari laporan pihak PT Surya Mataram Sakti (SMS).

Awalnya, AM dan SP mengancam akan permasalahkan aktivitas Subcon PT KHE.

Lalu, keduanya mendatangi Kantor PT SMS yang terletak di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang

Merasa terancam, pelaku memeras uang sebesar Rp 5 Juta, yang diambil AM di dalam ruangan.

Uang Rp 5 juta itu, lalu diserahkan kepada SP uang tersebut disimpan ke dalam jaket.

"Usai menerima laporan dari pelapor kami langsung tindak lanjut, saat dilokasi kedua oknum ini sudah melakukan tindak pemerasan kepada pelapor," ujar Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander, kepada Tribunbengkulu.com, pada Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Polisi Dalami Keterangan 2 Oknum LSM Terjaring OTT di Lebong, Telusuri Keterlibatan Pelaku Lain

Sebelumnya, polisi melakukan operasi senyap di kantor PT SMS, kedua belah pihak juga sudah berjanji bertemu di lokasi.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan Rp 5 Juta dalam pecahan Rp 100 ribu.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Lebong masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum ini.

"Kami mendalami keterangan keduanya. Apakah hanya 2 orang ini yang terlibat, atau ada pihak lain," kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Lebong, Ipda Amir Lukman Hakim, kepada TribunBengkulu.com, Selasa (19/7/2022) .

Dalam pemeriksaan keduanya memberikan keterangan yang berbelit.
Karena, keduanya mengaku salah satu dari LSM KPK tipikor dan wartawan.

Penyidik juga telah memanggil 2 orang saksi, dari Humas PT Surya Mataram Sakti (SMS), berinisial AN dan EW selaku perangkat desa setempat.

"Satu sebagai korban dan satu lagi sebagai saksi," tutupnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved