Investasi Bodong

Polisi Periksa dan Dalami Kasus Perangkat Desa yang Terlibat Investasi Bodong di Bengkulu Selatan

Pihak Kepolisian kembali panggil oknum perangkat desa ED (30) warga Desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan atas laporan dugaan penipuan.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Penyidik Polres Bengkulu Selatan, saat sedang memintaki klarifikasi terhadap Ed (30) warga Desa Padang Mumpo Pino, terlapor kasus Penipuan Invetasi Bodong di Bengkulu Selatan, Selasa (19/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pihak Kepolisian kembali panggil oknum perangkat desa ED (30) warga Desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan atas laporan dugaan invesati bodong.

Sebelumnya, ED dilaporkan Nisra Awati (45) warga warga Desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino, atas dugaan telah melakukan tidak pidana penipuan terhadap dirinya.

Baca juga: Tersangka Penipuan Investasi Bodong di Bengkulu Selatan Bakal Bertambah, Polisi Tunggu Laporan lain

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Dodi Heriansyah mengatakan saat ini, pihaknya baru meminta klarifikasi saja terhadap ED.

Terlapor mengakui, jika uang ratusan juta tersebut semuanya diserahkan oleh saudara Ve (26) warga Desa Batu Lambang Pasar Manna, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk menetapkan tersangka harus memenuhi Pasal 184 Kuhpidana, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Jika semuanya sudah terpenuhi akan langsung ditetapkan tersangka," kata Ipda Dodi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Tertipu Investasi Bodong Hingga Rp 320 Juta, Warga Bengkulu Selatan Laporkan Perangkat Desa

Dalam waktu dekat, penyidik akan kembali memanggil dua saksi.

Satu diantaranya ialah saksi kunci dan satu lagi saksi pendukung.

Penetapan tersangka baru akan dilakukan dalam minggu ini.

Pada Kamis (21/7/2022) mendatang, pihaknya akan kembali memanggil para saksi.

"Kamis kita lakukan pemeriksaan dulu terhadap saksi kunci. Setelah diperiksa pasti kelihatan titik terang, terlapor ini memang bersalah atau tidak," tegasnya.

Penetapan tersangka baru, akan dilakukan setelah memintai keterangan dari saksi kunci Ve, yang telah ditetapkan lebih duluan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Bengkulu Selatan.

Diketahui sebelumnya, Nisra Awati (45) warga Padang Mumpo Kecamatan Pino, melaporkan ED atas dugaan trlah melakukan tindak penipuan terhadap dirinya.

Akibat ditipu, korban alami kerugian hingga Rp 320 juta.

Padahal berbagai cara telah dilakukan oleh korban agar terlapor mengembalikan uang miliknya.

Namun, nyatanya tidak sama sekali membuahkan hasil.

Akibat tidak mendapatkan titik terang tersebut, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Bengkulu Selatan, agar diproses secara hukum.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved