Dampak Harga TBS Sawit Anjlok, Kredit Motor Macet Meningkat Leasing: Banyak Warga Menunggak

Dampak harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang anjlok secara signifikan dalam dua bulan terakhir dirasakan hampir semua lini masyarakat. Tidak

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Irawan salah satu marketing sepeda motor di Bengkulu mengaku harga TBS sawit anjlok juga berdampak banyak kredit motor masyarakat yang macet. Penjualan sepeda motor juga menurun 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Dampak harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang anjlok secara signifikan dalam dua bulan terakhir dirasakan hampir semua lini masyarakat. Tidak hanya petani, perusahaan leasing sepeda motor dan mobil di Bengkulu juga merasakan dampaknya.

Pasalnya, semenjak harga TBS sawit anjlok. Banyak kreditur atau masyarakat yang membeli kendaraan sepeda motor atau mobil dengan sistem kredit mengeluhkan tidak bisa membayar kredit kendaraan mereka lagi alias macet.

Seperti diakui Irawan salah satu marketing sepeda motor yang bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebanyak 30 persen dari pelanggannya menunggak sejak dua bulan terakhir. 


"Pelanggan saya itu saat ini ada sekitar 60 orang, namun sekitar 20 orang belum mampu membayar pada waktu yang telah ditetapkan," ujar Irawan kepada TribunBengkulu.com, Rabu (20/7/2022). 


Keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh para pelanggan ini dikarenakan harga TBS sawit yang menyentuh harga Rp 400 per kilogram sedangkan penghasilan lain belum ada. 


"Kalau alasan dari para pelanggan ini karena mereka belum melakukan panen, sebab harga TBS sawit yang rendah ini jika dipaksakan panen juga tidak akan mencukupi untuk membayar cicilan sehingga mereka telat bayar," jelas Irawan. 


Jika kondisi harga TBS sawit anjlok ini berlangsung cukup panjang, maka berpotensi sepeda motor masyarakat banyak ditarik oleh pihak leasing. 


"Bisa saja ditarik jika hingga batas waktu tertentu masyarakat tidak bisa juga membayar cicilan, sebenarnya kita juga kasihan tapi mau bagaimana lagi," ucap Irawan. 


Selain banyak kredit yang macet, dampak lain anjloknya harga TBS sawit juga menyebabkan penjualan sepeda motor menurun jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu saat harga TBS sawit menyentuh harga Rp 3.500 per kilogram. 


"Kalau saat ini permintaan sepeda motor masih ada, namun jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu," kata Irawan. 


Dirinya pun berharap agar harga TBS sawit bisa kembali meningkat dan kembali normal sehingga masyarakat bisa lebih mudah dalam melunasi cicilan sepeda motor. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved