Antara Utang, Investasi dan Dana Darurat

Bicara tentang uang bersifat sensitif tidak jauh bebeda dengan pembicaraan tentang seks.

Editor: Yunike Karolina
Rachman Wintarto 

Bicara tentang uang bersifat sensitif tidak jauh bebeda dengan pembicaraan tentang seks. Tetapi, uang khususnya dalam hal perencanaan keuangan tetap harus dibicarakan dan diperhitungkan dengan baik. Jika salah dalam membuat keputusan keuangan, tidak bijak dalam mengambil keputusan dalam membelanjakan uang tentu akan mencelakakan diri sendiri. Tidak hanya celaka di hari ini tetapi juga bisa sampai besok, lusa dan bahkan seterusnya.

Di pertengahan 2022 ini kita ketahui inflasi Indonesia sebesar 4.35 persen, naik dan melebihi batas atas kisaran sasaran yang ditetapkan BI dan pemerintah yaitu 2 % YoY-4 % YoY. Dalam kondisi ini resisi pun mulai menghantui. Saat ini, mengambil keputusan keuangan perlu sangat berhati-hati. Ada banyak hal yang tiba-tiba menjadi penting bagi hidup kita dan ada hal yang juga tadinya mungkin penting menjadi tidak penting. Dan cara satu-satunya yang perlu dilakukan adalah bijak dalam mengelola keuangan.

Salah satu keputusan yang sulit untuk diputuskan dalam perencanaan keuangan umumnya adalah tentang Utang, Investasi dan Dana Darurat. Apakah harus berinvestasi terlebih dahulu baru membayar hutang dan mengumpulkan dana darurat atau melunasi utang terlebih dahulu baru mulai berinvestasi dan mengumpulkan dana darurat? Atau bisakah dilakukan secara bersamaan?

Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, bila berada di pilihan untuk melunasi utang, investasi, atau mengumpulkan dana darurat. Perhatikan hal- hal berikut ini.

Penuhi dulu Kebutuhan Pokok. Kebutuhan pokok pada dasarnya bersifat rutin dan berkaitan dengan kelangsungan hidup kita. Kebutuhan pokok contohnya adalah bahan pangan, biaya listrik, biaya transportasi dan utang. Utang jangka panjang yang bunganya tinggi sebaiknya dilunasi terlebih dahulu, karena semakin panjang tenornya, semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk membayar bunga. Dengan demikian jelas kalau utang merupakan kebutuhan pokok. Kenapa? Karena kalau utang tidak dibayarkan bunganya akan terus bertambah.

Apabila kamu memilih untuk membayar utang khususnya utang konsumtif, perhatikan berapa sisa utang, bunga utang, jangka waktu utang, dan konsekuensi bila menunggak. Kalau ternyata bunganya rendah dan aset yang kita miliki dapat menutupi cicilannya, kita bisa prioritaskan agak belakangan untuk melunasinya. Jika sebaliknya, hitung dan evaluasi berapa banyak aset yang dimiliki dan jika surplus, gunakan aset yang dimiliki untuk melunasi utang. Tentunya yang terbaik untuk dilakukan adalah kita melunasinya sekaligus. Artinya, kita tidak perlu lagi membayar bunga.

Masa pandemi belum usai, masa-masa ini adalah masa yang tidak pasti. Segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Sewaktu-waktu bisa saja kita kehilangan pekerjaan, kecelakaan, bahkan terserang penyakit. Dana darurat hadir sebagai penyelamat untuk semua kemungkinan itu. Dana Darurat idealnya 3-6 kali pengeluaran bulanan kita atau 6-12 kali untuk yang memiliki tanggungan. Dana Darurat sebaiknya disimpan di instrumen yang bersifat likuid atau mudah dicairkan.

Investasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi keuangan cukup stabil, termasuk diantaranya pelunasan utang dengan bunga tinggi dan ketersediaan dana darurat terlebih dahulu. Kenapa? Karena investasi memiliki risiko, instrumennya pun beragam. Bukan tidak mungkin disaat kita butuh investasi kita belum bisa kita uangkan. Contohnya jika kita berinvestasi pada properti, kita akan butuh waktu untuk dapat menjualnya.

Idealnya, utang dan investasi dapat dilakukan beriringan tetapi, untuk dapat melakukan itu, kita harus “melek finansial” terlebih dahulu agar dapat merencanakan keuangan kita dengan lebih baik. Investasikan lah terlebih dahulu waktu kita untuk belajar tentang keuangan khususnya tentang keuangan pribadi dan mulai merencanakan keuangan agar tujuan keuangan kita dapat tercapai dengan optimal.

Penulis: Rachman Wintarto, B. Tech. (Hons.), M.M., Aff. WM®, AWP, QWP®, CFP®

Financial Enthusiast dan Co-Founder Cuankuy

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved