LSM Terjaring OTT

Ngaku Wartawan Bawa Surat Tugas dan Cap Berlogo Media, SMSI Pastikan Tersangka Bukan Pihaknya

Selain mengamankan 2 orang tersangka AM (37) warga Kelurahan Tes Kecamatan dan SP (47) warga Kelurahan Taba Anyar Kecamatan Lebong Selatan yang terjar

Panji/Tribunbengkulu.com
Satreskrim Polres Lebong mengamankan Surat Tugas dan Cap bertuliskan Sigerindo yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Selain mengamankan 2 orang tersangka AM (37) warga Kelurahan Tes Kecamatan dan SP (47) warga Kelurahan Taba Anyar Kecamatan Lebong Selatan yang terjaring OTT oleh Satreskrim Polres Lebong, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. 


Diantaranya cap dan surat tugas berlogo sigerindo, saat menjalankan aksi pemerasan terhadap pihak PT Surya Mataram Sakti (SMS), subcon PT Ketahun Hidro Energi (KHE).


Dari pengakuan AM ini, ia mendapat Surat tugas untuk melaksanakan tugas jurnalistik. 


"Dapat dari CEO Fery yansa, ia memberikan surat itu kepada saya," ujarnya dalam Konferensi Pers pada Kamis (21/7/2022). 


Ia juga menjelaskan, dirinya tak hanya beraksi berdua saja, namun bertiga rencana uang Rp 5 juta nanti akan dibagi bersama dia. 


"Selain kami berdua, kami bersama kasi pemerintahan di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, dapat video aktivitas penimbunan tanah aktivitas PT SMS itu dari EW itu, lalu dia menyuruh menemui pihak PT," tuturnya. 


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander mengatakan, untuk EW ini masih dalam pemeriksaan pihaknya. 


"Statusnya saat ini masih saksi," ungkapnya. 


Di sisi lain, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo menjelaskan untuk kedua oknum yang sudah menjadi tersangka kasus pemerasan di lebong, bukan bagian dari pihaknya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved