Pengrusakan Kantor PT Pamor Ganda oleh Masyarakat, LIRA: Puncak Kemarahan Masyarakat

Pendamping 5 warga Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bengkulu menilai kericuhan dan pengrusakan

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
HO TribunBengkulu.com
Tangkapan layar rekaman amatir penyerangan dan pengrusakan masyarakat ke PT Pamor Ganda 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pendamping 5 warga Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bengkulu menilai kericuhan dan pengrusakan PT Pamor Ganda adalah puncak dari kemarahan masyarakat.


LIRA menilai PT Pamor Ganda mengingkari janji untuk menunda replanting sesuai dengan hasil pertemuan sebelumnya dengan masyarakat, sehingga terjadilah kericuhan pada Kamis (14/7/2022) lalu.


LIRA juga membantah menjadi provokator masyarakat untuk melakukan penyerangan dan pengrusakan ke kantor PT Pamor Ganda.


"Selama ini justru kami dari LIRA yang selalu meredam kemarahan masyarakat yang sudah terpendam selama puluhan tahun," kata Sekretaris DPW LIRA Bengkulu, Aurego Jaya dalam keterangan persnya kepada TribunBengkulu.com, Kamis (21/7/2022).


Pergerakan LIRA, lanjut Aurego, juga sesuai dengan prosedur dan aturan organisasi. LIRA juga mengadvokasi masyarakat sesuai dengan hukum yang berlaku.


LIRA sendiri dalam waktu dekat juga akan melakukan audiensi kembali dengan berbagai pihak, seperti Pemprov Bengkulu, Kades, Camat, Bupati, dan BPN untuk menjernihkan suasana saat ini.


Di sisi lain, LIRA juga meminta Bupati Mian turun tangan dalam kasus ini, dimana ada 5 warga yang kini ditangkap polisi. 


"LIRA meminta Mian turun tangan melihat rakyat yang sekarang sedang menderita dan keadaan desa penyangga sekarang seperti desa tertinggal dan mencekam," ungkap dia.


Sementara, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan pasca penyerangan tersebut, PT Pamor Ganda kemudian membuat laporan ke Polres Bengkulu Utara.


Atas laporan tersebut, polisi kemudian bergerak menindaklanjuti dan mengamankan sejumlah orang.


Dalam kasus ini, Sudarno menyebutkan bahwa ada tindak pidana yang dilakukan, yakni pengrusakan. Karena itu, proses hukum terus berlanjut.


Namun, tidak menutup ada jalur penyelesaian lain, jika terjadi kesepakatan damai antara PT Pamor Ganda dan masyarakat.


"Tapi sampai saat ini, yang jelas, kita masih melakukan proses hukum terhadap 3 orang yang kita amankan," ujar dia.


Polisi juga masih melakukan pengembangan, karena selain 3 orang yang ditangkap, ada pelaku-pelaku lain yang juga akan segera diamankan.


"Karena di sana juga ada konflik, kita juga melakukan pengamanan di sekitar perusahaan. Agar kejadian kemarin tak terjadi lagi," ungkap dia.


Sebelumnya, pada Kamis (14/7/2022), ratusan massa melakukan penyerangan ke kantor PT Pamor Ganda di Bengkulu Utara.


Dalam rekaman video amatir, sejumlah massa melakukan pengrusakan dengan melemparkan batu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved